Memahami Kondisi Tambak dari Data: Biarkan Data Berbicara

Halo Petambak Indonesia, halo Sobat Jala!

Menjaga keberlangsungan budidaya agar sesuai rencana adalah rutinitas petambak. Tujuannya hanya satu, memastikan udang tumbuh dan pada waktunya dipanen sesuai target serta mencapai keuntungan šŸ¤©

Budidaya udang adalah sebuah proses panjang. Diawali dari persiapan kolam, dilanjutkan persiapan air, tebar benur, program pakan, manajemen kualitas air, pemberian treatment untuk kesehatan udang maupun manajemen kualitas air, sampling pertumbuhan udang, dan berakhir pada panen. Tiap proses ini memerlukan pemahaman kondisi kolam, air, dan udang. Sudah menjadi keharusan bahwa petambak atau teknisi tambak udang mencatat setiap proses atau kondisi yang kemudian kita anggap sebagai sebuah data budidaya. Serangkaian data menyusun menjadi tren data. Tren data adalah informasi bagi petambak dalam manajemen maupun saat menemui masalah pada tambaknya.

Jala telah mengembangkan berbagai fitur untuk menampung dan melakukan visualisasi dari data yang ada dari tambak. Meliputi kualitas air, pemberian pakan, pertumbuhan udang, survival rate (SR), dan prediksi biomasa udang yang ada di tambak. Jala membantu petambak dengan menampilkan visualisasi data dan tren data. Pada suatu kondisi data dan tren data akan sangat berguna dalam menentukan treatment dalam rangka manajemen maupun mengatasi masalah yang terjadi di tambak. Terbiasa menggunakan data budidaya menjadi keterampilan berikutnya yang harus dimiliki petambak.

Melihat kualitas air dan memutuskan melakukan treatment

Budidaya udang sering kali diibaratkan juga memelihara air, maka tidak heran bahwa kualitas air menjadi salah satu kunci keberhasilan budidaya. Beberapa paramater kualitas air dipantau, ditentukan kisaran normalnya, dan dijaga agar dalam kisaran ideal bagi kehidupan udang.

Pada beberapa kondisi, kualitas air dapat menurun baik itu pada satu jenis parameter atau beberapa parameter secara berantai. Kondisi tersebut yang mengharuskan petambak mengambil keputusan. Petambak sebaiknya memang mengidentifikasi terlebih dahulu letak masalah, perkiraan penyebabnya, dan kapan penurunan kualitas mulai terjadi.

Kenapa begitu? Tentu saja agar treatment atau perlakuan yang diberikan tepat sasaran sesuai masalah yang sedang dihadapi.

Ini adalah contoh kasus, umur budidaya (DoC) yang memasuki umur 70 hari mengindikasikan penurunan oksigen terlarut (DO) hingga dibawah 4 ppm dan ditunjukkan grafik yang telah memasuki zona merah. Padahal DO adalah salah satu indikator vital untuk mendukung kehidupan udang. Konsentrasi DO terlalu rendah dapat menyebabkan penurunan nafsu makan hingga rentan diserang penyakit.

Setelah diselidiki dan dilakukan uji kualitas air di laboratorium ternyata total plankton terlalu tinggi, tepatnya saat DoC memasuki 60 hari. Atau secara sederhana, biasanya kecerahan air mengalami penurunan hingga kurang dari 30 cm. Kondisi ini menjadi salah satu faktor penyumbang DO yang menurun.

Letak masalah dan perkiraan penyebabnya telah ditemukan, selain itu kita juga telah mengetahui waktu kondisi penurunan kualitas air ini terjadi. Maka keputusan perlakuan dapat diambil dengan tujuan mengurangi kepadatan plankton dan meningkatkan konsentrasi DO. Salah satu solusinya adalah menambah aerasi menggunkan kincir atau melakukan pergantian air. Perlakuan ini adalah keputusan dari kebiasaan petambak atau berdasarkan referensi yang dimiliki.

Kasus berikutnya terjadi penurunan konsentrasi alkalinitas. Biasanya penurunan alkalinitas diikuti fluktuasi pH. Fluktuasi pH juga ternyata dapat dihubungkan dengan tingginya kepadatan plankton. Maka keputusan perlakuan yang diambil juga meliputi memperbaiki alkalinitas.

Identifikasi masalah telah dilakukan, keputusan dan jenis perlakuan juga telah dikantongi. Perlakuan menjadi objektif dan sesuai dengan masalah yang dihadapi.

Kenapa harus panen parsial?

Pertumbuhan udang dipantau melaluiĀ samplingĀ yang dilakukan 7-10 hari sekali. Salah satu parameter pertumbuhan selain berat udang yang bertambah, ada juga rerata pertumbuhan harian atauĀ average daily gainĀ (ADG).

Pada contoh kasus gambar di atas, menunjukkan ADG yang melambat setelah sebelumnya ADG pada nilai yang cukup memuaskan. Penurunan nilai ADG juga menunjukkan potensi akan penurunan kecepatan pertumbuhan udang. Pada titik ini bisa dianggap sebagai masalah. Identifikasi lanjutan tentang penyebab perlu dilakukan.

Jika kualitas air sudah teratasi, misal kasusnya seperti yang dijelaskan sebelumnya. Atau selain itu kualitas air tidak ada masalah. Bisa jadi masalahnya adalah kapasitas kolam yang melebihi batasnya. Sistem Jala akan mengenali ini ditandai dengan garis warna hijau yang merupakan hasil prediksi.penurunan garis yang diartikan sebagai saran untuk melakukan panen parsial. Selengkapnya simak gambar di bawah ini.

Panen parsial atau panen sebagian dilakukan dengan mengambil 20-25 persen dari total udang yang ada. Atau dapat menyesuaikan dengan prediksi yang dilakukan sistem Jala.

Apakah perlakuan memberikan hasil?

Total plankton menurun
Alkalinitas membaik
DO naik
ADG membaik

Hal penting berikutnya adalah perlakuan yang telah diberikan memberikan dampak sesuai harapan. Pada kasus sebelumnya misalnya konsentrasi DO kembali ke kisaran normal, yang didukung turunnya kepadatan plankton. Selain itu alkalinitas membaik, sehingga akan menjamin stabilitas pH.Ā  Dengan begitu udang akan tumbuh dengan baik dan tidak rentan terkena penyakit.

Kemudian panen parsial yang dilakukan telah terbukti dengan pertumbuhan udang lebih cepat, ditunjukkan nilai ADG yang naik.

Dampak atau efek dari treatment ini juga dapat dipantau dengan adanya visualisasi tren data sebelum dan sesudah treatment diberikan. Masalah lain bisa saja didapatkan ketika kondisi setelah treatment tidak memberikan efek yang signifikan. Langkah lanjutan mungkin diperlukan agar kualitas air menjadi lebih baik dan stabil.

Jala tidak memberikan arahan langsung pada petambak mengenai jenis, konsetrasi, dan waktu treatment itu diberikan. Jala hanya berperan memberikan pertimbangan dasar kondisi tambak dan sedikit rekomendasi, tetapi keputusan di lapangan dikembalikan kepada petambak/teknisi. Maka pemahaman akan kejadian dan serangkaian informasi ini adalah sebuah data dari jalannya budidaya, dan terbiasa menggunakan data budidaya dalam menganalisanya adalah keterampilan berikutnya yang harus dimiliki petambak.

Sisi lainnya, dari jauh pemilik tambak atau investor dapat memantau jalannya budidaya. Secara tidak langsung dapat mengetahui apa yang terjadi di tambak, performa budidaya, dan juga performa teknisi tambak di lapangan. Sudah siap? Mari mulai bersama Jala!

Cerita Lainnya

aplikasi manajemen budidaya tambak udang vaname dan windu Jala versi terbaru bulan Juni

Update Aplikasi Web Jala v1.1 Bulan Juni

Update aplikasi web Jala bulan Juni. Terdiri dari berbagai pembaruan mulai dari optimasi pencatatan budidaya hingga tampilan yang mempermudah anda memantah kondisi budidaya

Kualitas air tambak udang

Memantau Kualitas Air Tambak Udang

Memantau kualitas air tambak udang bagian dari rutinitas petambak. Kualitas air yang baik adalah berada pada kisaran ideal dan stabil.

Subscribe to our newsletter

Get In Touch

ā˜Žļø 0274-2874515
šŸ“± 0821-3867-7788 (Ganang)
Kompleks PT. Indmira, Jl. Kaliurang km 16,3, Kledokan, Ngemplak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia 55584