Pemberian Pakan Efektif Untuk Budidaya Udang

Dalam budidaya tambak udang, kebutuhan pakan merupakan salah satu biaya operasional terbesar, berkisar antara 50–70% dari total keseluruhan biaya di tiap siklusnya. Disisi lain, pakan juga menyebabkan 60% dari masalah yang ada di dalam tambak melalui akumulasi dari sampah organik. (Panakorn, 2012)
Efek samping dari makanan yang tidak termakan dapat terkumpul di dasar kolam dan dapat menjadi gas beracun (amonia) ketika kadar oksigen rendah dan terjadi plankton bloom (ditengarai dengan kecerahan air pekat).

Melihat besarnya biaya dan efek sampingnya, hal ini menunjukkan betapa pentingnya manajemen pakan yang efektif pada tambak udang.

Lingkungan dan Pakan

Ada beberapa parameter air yang berdampak pada pemberian pakan, yakni oksigen terlarut (DO) dan suhu air.
Nafsu makan udang akan mengalami penurunan jika tingkat DO kurang dari 4ppm dan akan berhenti makan ketika DO nya dibawah 2ppm.

Sedangkan untuk suhu, suhu yang optimal untuk pemberian pakan berkisar antara 26°C-32°C.
Setiap penurunan suhu sebesar 2°C volume pakan yang diberikan sebaiknya dikurangi 30% dari rata rata volume pakan harian.
Semakin panas suhu air, maka udang akan semakin agresif, maka mereka akan semakin cepat makan dan semakin cepat pula ekskresi (membuang kotoran), sehingga perlu diperhatikan pula kondisi kotoran yang ada di kolam. Begitu pun sebaliknya, oleh karena itu perlunya adaptasi pemberian pakan sesuai kondisi cuaca dan kualitas air. Sehingga program pakan pun kadang berbeda antara musim kemarau/panas dengan musim hujan/dingin.

Pengukuran kualitas air tambak menggunakan JALA (foto oleh Syauqy Nurul Aziz)

Sehubungan dengan pemberian pakan, sangatlah penting untuk selalu mengukur dan memantau kualitas air seperti suhu dan oksigen terlarut. Salah satunya dengan menggunakan perangkat JALA yang datanya akan terkirim dan tersimpan ke gadget petambak melalui koneksi internet, sehingga petambak dapat memantau kondisi tambaknya setiap saat dan di mana saja. Karena untuk setiap kondisi kualitas air berbeda, maka akan berbeda pula jumlah pakan yang sebaiknya diberikan kepada udang.

Ada beberapa situasi yang berpengaruh pada pemberian pakan udang, seperti yang dijelaskan pada tabel di bawah ini

Anco dengan beberapa udang di dalamnya (foto oleh Syauqy Nurul Aziz)

Penggunaan Feed Tray atau Anco

Posisi paling tepat untuk anco adalah pada permukaan tambak yang rata seperti pada dasar kolam dengan arus air yang tidak kencang.
Fakta unik, udang lebih suka anco yang kotor dibandingkan yang bersih, sehingga tidak perlu untuk membersihkan anco terlalu sering selama masa budidaya. Hal ini berbeda dengan udang windu yang menyukai anco bersih.
Anco tidak boleh diangkat dan diturunkan secara tiba tiba, namun dengan perlahan-lahan.

Beberapa faktor penting mengenai anco,
1. Jika pada saat pengecekan pakan masih tersisa pakan di anco, maka pada pemberian pakan berikutnya jumlahnya dapat dikurangi 10% dengan cuaca dan kondisi lainnya yang sama.

2. Jika pada saat pengecekan anco tidak tersisa pakan dan terdapat beberapa udang di dalam anco, jumlah pakan pada pemberian berikutnya dapat dipertahankan atau sama.

3. Jika pada saat pengecekan anco tidak tersisa pakan dan terdapat hanya sedikit udang yang naik ke anco atau pun tidak ada, maka jumlah pakan pada pemberian berikutnya dapat dinaikkan atau ditambah sekitar 5%, kembali lagi dengan melihat kondisi air dan cuaca yang kurang lebih sama.

Faktor kunci terjadinya overfeeding adalah ketika terjadi plankton/algae bloom atau kenaikan kadar ammonia pada kolam. Jika hal ini terjadi, salah satu solusi yang efektif adalah dengan mengurangi pemberian pakan.


Scroll Up