Tips Budidaya

Benar Menebar Benur

Wildan Gayuh Zulfikar
Wildan Gayuh Zulfikar
26 Oktober 2023
benar-menebar-benur.jpg

Cara penebaran benur yang baik dan benar dapat menjaga nilai sintasan (SR) udang tetap tinggi. Kabar Udang kali ini akan membahas hal-hal yang wajib diperhatikan pada saat akan dan selama menebar benur. Benur udang harus dipastikan berada pada PL 10 sampai PL 15. Benur harus dipastikan nilai sintasan (SR) tidak kurang dari 95% setelah mengalami transportasi dari hatchery ke lokasi budidaya, jika kurang dari itu harus dikomunikasikan dengan pihak hatchery kemungkinan adanya masalah pada benur. Hal terpenting berikutnya, yaitu pastikan kualitas benur sebelum dilakukan penebaran sebagai upaya menjaga SR tetap tinggi selama masa budidaya hingga saat panen (Baca Kabar Udang sebelumnya: Benur Berkualitas Awal Suksesnya Budidaya). Berikut Kabar Udang memberikan beberapa langkah yang disarankan pada saat penebaran benur:

  1. apungkan plastik yang berisi benur selama 15-30 menit di permukaan tambak (adaptasi dengan suhu air tambak),
  2. buka ikatan plastik dan dibiarkan dalam keadaan udara terbuka selama 15-30 menit (adaptasi udara baru),
  3. sirami air ke dalam plastik dengan air tambak (adaptasi salinitas),
  4. pastikan penebaran dilakukan pada area yang terdapat arus (bukan di area titik mati),
  5. miringkan atau tenggelamkan plastik perlahan hingga terendam air tambak dan biarkan benur berenang keluar dengan sendirinya.

WWF Indonesia (2014) menyarankan kepadatan tebar benur 60-100 individu/meter persegi. Kepadatan tebar yang tepat akan mengoptimalkan pertumbuhan udang. Kaitannya adalah dengan kompetisi makan yang terjadi di dalam tambak dan carrying capacity atau kemampuan sistem kolam untuk menampung aktivitas udang. Penebaran juga dilakukan setelah air kolam benar-benar siap.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah waktu penebaran. Disarankan agar dilakukan pada suhu air rendah, misalnya pada malam hari hingga dini hari. Benur dikirim dari hatchery ke tambak biasanya dalam kondisi suhu air rendah. Perbedaan suhu yang tidak terlalu jauh dapat mempercepat proses aklimatisasi atau adaptasi suhu sehingga udang tidak akan stres.

Proses penebaran benur sesungguhnya adalah keseluruhan proses aklimatisasi atau penyesuaian udang dengan lingkungan baru terdiri dari suhu, kadar oksigen (DO), dan salinitas. Proses aklimatisasi akan berjalan lebih cepat ketika perbedaan suhu dan salinitas dalam kemasan benur dengan air tambak tidak terlampau jauh. Perbedaan suhu sebaiknya tidak lebih dari 5°C dan perbedaan salinitas maksimal 5 ppt (WWF Indonesia, 2014). Perbedaan suhu dan salinitas yang kecil akan memberikan penyesuaian lebih mudah dan lebih cepat bagi benur. Hal ini sangat dimungkinkan jika sudah terjalin komunikasi yang baik antara pembudidaya dengan unit pembenihan (hatchery).

 

Referensi:
WWF. 2014. Best Management Practices Budidaya Udang Vannamei Tambak Semi Intensif dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). WWF Indonesia: Jakarta.
Bagikan artikel ini
Ikuti Berita Terbaru JALA

Dapatkan pemberitahuan tips budidaya, update fitur dan layanan, serta aktivitas terkini JALA.