Penjaminan Mutu (QA):
- Mendesain dan mengimplementasikan sistem penjaminan mutu yang efektif. Seperti Sertifikasi HALAL, SKP, HACCP, BAP, UoC (ASC), GMP.
- Melakukan monitoring dan inspeksi terhadap bahan baku, proses produksi, dan produk jadi untuk memastikan keamanan dan kualitas produk.
- Membangun dan mengelola sistem manajemen kualitas (QMS) yang sesuai dengan standar industri dan peraturan pemerintah.
- Melakukan audit internal untuk memastikan kepatuhan terhadap prosedur QA dan QC.
- Melakukan pelatihan bagi karyawan terkait prosedur QA dan QC serta peningkatan standar kerja demi mencapai efektivitas produksi.
- Mengawasi audit dan investigasi terhadap penyimpangan kualitas utama untuk menentukan akar penyebabnya.
Pengendalian Mutu (QC):
- Menentukan dan mengimplementasikan standar kualitas produk yang sesuai dengan spesifikasi dari tim Supply Chain.
- Melakukan pengujian kualitas pada bahan baku dan produk jadi, seperti uji mikrobiologi dan kimia.
- Mengawasi dan memonitor serta memberikan rekomendasi setiap tahapan proses produksi untuk mengidentifikasi potensi masalah kualitas.
- Melakukan pengecekan terhadap produk setelah pembekuan, termasuk, berat produk, UF, defect, Timbangan, Glazzing.
- Melakukan pengawasan terhadap kebersihan area packing dan packaging, serta kebersihan peralatan dan karyawan.
Manajemen:
Berkomunikasi dengan departemen produksi, supply Chain, dan penjualan, untuk memastikan kualitas produk yang konsisten.
Membuat dokumen spesifikasi produk yang akan diproduksi oleh tim produksi.
Memberikan rekomendasi fasilitas kerja agar terciptanya lingkungan produksi yang sesuai dengan standar kualitas.