Bekerja di JALA

Dari ‘Art for Therapy’ Hingga Konseling Online: Bentuk Kepedulian JALA terhadap Kesehatan Mental Warga JALA

Kalyca Krisandini
Kalyca Krisandini
27 Juli 2023
Cover - JALA Concern About Mental Health.jpg

Kesehatan mental di kalangan pekerja telah menjadi isu yang semakin mendesak. Di tengah-tengah tumpukan pekerjaan, pekerja seringkali mengalami risiko masalah kesehatan mental. Faktor-faktor seperti stres, masalah pribadi, dan ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi tantangan yang harus diatasi.

Data dari Mercer Marsh Benefits menunjukkan bahwa 37% karyawan Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental. Apabila tidak disadari sejak dini dan diatasi, hal ini akan berdampak negatif pada performa kerja dan produktivitas. Menurut World Health Organization (WHO), kondisi kesehatan mental yang buruk dapat memengaruhi absensi, kepercayaan diri seseorang saat bekerja, kemampuan untuk bekerja dengan produktif, dan kemudahan untuk mempertahankan pekerjaan.

Perusahaan punya peran penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental termasuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung mental pekerjanya. Penelitian yang dilakukan Hamberg-van Reenen dkk dari National Institute for Public Health and the Environment, Belanda menemukan bahwa tempat kerja yang mampu mendorong kesadaran akan kesehatan mental dan memberikan dukungan kepada pekerjanya berpotensi mengurangi absensi dan meningkatkan produktivitas saat bekerja.

Bentuk kepedulian JALA terhadap kesehatan mental Warga JALA

Sebagai perusahaan, JALA berkomitmen mendukung kesehatan mental karyawannya (Warga JALA). “Kesadaran akan kesehatan mental, termasuk mengenali kondisi dan cara menjaganya, bisa mendukung produktivitas, performa kerja, dan suasana kerja yang baik. Jadi, kami berusaha mewujudkan itu lewat berbagai program terkait kesehatan mental,” ujar Fathan, People Engagement and Development Jr. Manager JALA.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, JALA mengadakan berbagai program untuk Warga JALA. Sebelumnya, Tim HR JALA juga mengadakan survei kesehatan mental untuk mengetahui kondisi kesehatan mental dan kendala apa saja yang dialami Warga JALA.

Ragam program JALA terkait kesehatan mental meliputi:

  • Art for Therapy – Menggambar bersama dengan tujuan untuk melepas stres.
  • Show Your Support – Warga JALA dapat menuliskan pesan anonim untuk berbagi keluh kesah. Kemudian, Warga JALA yang lain dapat memberikan solusi atau pesan-pesan baik.
  • Show Your Coping Stress – Mengajak Warga JALA berbagi cara mengatasi stres atau kondisi sulit.
  • Book Discussion ‘I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki’ – Bedah buku bertopik kesehatan mental dan FGD yang dikemas dengan menyenangkan.
  • JALA Talks – Mendatangkan psikolog profesional untuk memberikan wawasan baru dan bermanfaat terkait pengembangan diri dan kesehatan mental.
  • Layanan konseling online – Konseling online gratis dengan psikolog profesional. Program-program tersebut dikemas dengan konsep edukatif, suportif, dan menyenangkan sehingga Warga JALA tertarik berpartisipasi dan bisa merasakan manfaatnya.

JALA Talks for Mental Health.jpg “Konseling online membantuku mengetahui masalah-masalah apa yang mengganggu, juga menjadi motivasi dan sarana untuk memperbaiki diri sebagai manusia,” ungkap Thoriq, salah satu Warga JALA. Senada dengan Thoriq, Putri, Warga JALA sekaligus pembedah buku dalam Book Discussion juga menanggapi program mental health JALA dengan antusias.

“Semua program mental health dari JALA sangat menarik dan bermanfaat! Aku merasa nyaman untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam berbagai topik yang relevan dengan kebutuhan di tempat kerja,” kata Putri.

JALA terus berusaha memberikan dukungan berupa suasana kerja yang positif bagi karyawannya. Lewat rangkaian program di atas, Warga JALA diharapkan semakin sadar akan pentingnya kesehatan mental, semakin mencintai diri sendiri, dan terhindar dari stres atau burnout.

JALA Show Coping Stress.jpg Selain itu, Warga JALA juga diajak untuk berani bercerita dan mencurahkan keluh kesah mereka untuk melepas stres. Pasalnya, saat ini masih banyak orang takut dilabeli stigma negatif hanya karena menceritakan permasalahan mereka. Padahal, menyadari kelemahan dan meminta bantuan adalah bentuk keberanian sebagai manusia.

Bergabung menjadi Warga JALA

Dukungan untuk kesehatan mental ini menjadi salah satu keuntungan yang bisa didapatkan sebagai Warga JALA. Selain itu, masih banyak lagi keuntungan menjadi Warga JALA, seperti peningkatan skill, olah raga bersama, medical check up rutin, dan berbagai program menarik lainnya.

Tertarik bergabung menjadi Warga JALA? Cek lowongan terbaru yang sedang dibuka di halaman Karir JALA!

Referensi

Firdausyan, N. M., Taqiyuddin, A., Shalahuddin, A., & Quarina, Q. (2023). Kajian vol. 1: Menilik Isu dan Urgensi Kesehatan Mental Pekerja Indonesia. Bidang Kajian Microeconomics Dashboard FEB UGM. https://microdashboard.feb.ugm.ac.id/kajian-vol-1-menilik-isu-dan-urgensi-kesehatan-mental-pekerja-indonesia/

Hamberg-van Reenen, H. H., Proper, K. I., & van den Berg, M. (2012). Worksite mental health interventions: a systematic review of economic evaluations. Occupational and environmental medicine, 69(11), 837–845. https://doi.org/10.1136/oemed-2012-100668

World Health Organization. (n.d.). Mental health at work. https://www.who.int/teams/mental-health-and-substance-use/promotion-prevention/mental-health-in-the-workplace

Bagikan artikel ini
Ikuti Berita Terbaru JALA

Dapatkan pemberitahuan tips budidaya, update fitur dan layanan, serta aktivitas terkini JALA.