
Budi daya udang saat ini dipandang menjanjikan oleh banyak kalangan. Hal ini karena udang menjadi salah satu komoditas yang banyak diminati oleh pasar global dengan keuntungan tinggi. Sebagai salah satu eksportir komoditas perikanan, Indonesia cukup besar berkontribusi dalam pasar udang dunia. Data dari Shrimp Insights mengatakan bahwa Indonesia mampu memenuhi pasar udang dunia sebesar 201.113 ton selama tahun 2025.
Modal dan biaya produksi tambak udang memang tidak sedikit. Namun, margin keuntungan dari harga jual udang ke pasaran ternyata cukup menjanjikan. Berikut simulasi modal dan keuntungan bagi Anda yang ingin memulai usaha budi daya udang.

Alasan Budi Daya Udang Dianggap Menjanjikan
Ada empat alasan yang mendasari bahwa budi daya udang dianggap menjanjikan. Satu hal yang pasti, pemerintah dan masyarakat memiliki andil dalam hal ini.
1. Pemerintah mendorong program revitalisasi
Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberi dukungan terhadap program revitalisasi tambak udang. Sasaran dari program revitalisasi yang dimaksud adalah tambak-tambak udang tradisional. Program ini menjadi bagian dari transformasi budi daya nasional berbasis ekonomi biru, dengan fokus pada peningkatan produktivitas, modernisasi sistem tambak, serta keberlanjutan lingkungan.




