Tips Budidaya

7 Parameter Air Tambak yang Menentukan Performa Udang

Andi Nusapatria
Andi Nusapatria
3 Juni 2026
Bagikan artikel
Cover - Monitoring Tambak Udang.webp

Kondisi air kolam memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan, pertumbuhan, dan tingkat kelangsungan hidup udang. Sehingga pemantauan kualitas air perlu dilakukan secara rutin, termasuk memerhatikan perubahan yang terjadi setiap hari. Pemantauan yang konsisten membantu petambak mendeteksi potensi masalah lebih awal, sehingga tindakan penanganan dapat dilakukan sebelum berdampak pada performa budi daya.

Daftar Isi
Artikel Terkait

Parameter Air Tambak yang Perlu Dipantau Rutin

Berikut parameter kualitas air yang perlu diperhatikan selama siklus budi daya udang berlangsung.

1. Warna air kolam

Warna air kolam yang ideal umumnya hijau kecoklatan. Sebaliknya, warna coklat kemerahan dan hijau kebiruan perlu diwaspadai karena menandakan kondisi air yang kurang stabil. Perubahan warna air yang terjadi terlalu sering juga perlu diperhatikan, fluktuasi warna air dapat memicu stres pada udang dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

2. Kecerahan air

Tingkat kecerahan air yang ideal berada pada 30-40 cm. Kecerahan di bawah 30 cm dapat menghambat penetrasi cahaya matahari, sehingga suhu air menjadi lebih rendah dan proses fotosintesis plankton tidak berlangsung optimal. Sementara itu, kecerahan di atas 40 cm menyebabkan cahaya masuk terlalu kuat ke dalam kolam, kondisi ini kurang ideal bagi udang.

Banner Legacy Challenge ID.png

3. pH air

Nilai pH atau derajat keasaman air yang ideal berkisar antara 7,5-9. Selain nilai pH, kestabilannya juga perlu dijaga. Perubahan pH yang terlalu besar dalam waktu singkat dapat mengganggu keseimbangan biota air dan menyebabkan stres pada udang.

Login untuk Baca Artikel Selengkapnya
Gunakan akun Jala Anda untuk membaca artikel ini. Jika Anda belum memiliki akun, silakan daftar di Jala App.
Ikuti Berita Terbaru JALA

Dapatkan pemberitahuan tips budidaya, update fitur dan layanan, serta aktivitas terkini JALA.