
Kondisi air kolam memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan, pertumbuhan, dan tingkat kelangsungan hidup udang. Sehingga pemantauan kualitas air perlu dilakukan secara rutin, termasuk memerhatikan perubahan yang terjadi setiap hari. Pemantauan yang konsisten membantu petambak mendeteksi potensi masalah lebih awal, sehingga tindakan penanganan dapat dilakukan sebelum berdampak pada performa budi daya.
Parameter Air Tambak yang Perlu Dipantau Rutin
Berikut parameter kualitas air yang perlu diperhatikan selama siklus budi daya udang berlangsung.
1. Warna air kolam
Warna air kolam yang ideal umumnya hijau kecoklatan. Sebaliknya, warna coklat kemerahan dan hijau kebiruan perlu diwaspadai karena menandakan kondisi air yang kurang stabil. Perubahan warna air yang terjadi terlalu sering juga perlu diperhatikan, fluktuasi warna air dapat memicu stres pada udang dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
2. Kecerahan air
Tingkat kecerahan air yang ideal berada pada 30-40 cm. Kecerahan di bawah 30 cm dapat menghambat penetrasi cahaya matahari, sehingga suhu air menjadi lebih rendah dan proses fotosintesis plankton tidak berlangsung optimal. Sementara itu, kecerahan di atas 40 cm menyebabkan cahaya masuk terlalu kuat ke dalam kolam, kondisi ini kurang ideal bagi udang.
3. pH air
Nilai pH atau derajat keasaman air yang ideal berkisar antara 7,5-9. Selain nilai pH, kestabilannya juga perlu dijaga. Perubahan pH yang terlalu besar dalam waktu singkat dapat mengganggu keseimbangan biota air dan menyebabkan stres pada udang.






