Tips Budidaya

Kiat Menjaga Udang Tetap Segar dari Tambak Sampai Konsumen

Benedicta Larasati
Benedicta Larasati
6 Mei 2026
Bagikan artikel
Cover - Fresh Shrimp.webp

Udang merupakan produk perikanan yang mudah rusak (perishable food), sehingga menjaga kualitas dan kesegarannya menjadi hal yang krusial. Selain meningkatkan nilai jualnya, kualitas udang yang terjaga juga akan menentukan kepercayaan konsumen. Untuk memastikan kualitas tetap optimal hingga ke tangan konsumen, perlu memahami tanda-tanda penurunan kualitas serta menerapkan manajemen pascapanen yang tepat.

Daftar Isi
Artikel Terkait

Ciri-Ciri Penurunan Kualitas Udang

1. Munculnya bercak hitam (melanosis)

Bercak hitam pada kulit udang atau melanosis dapat muncul beberapa jam setelah panen, terutama jika penanganan tidak dilakukan dengan cepat. Meskipun tidak berbahaya bagi kesehatan, kondisi ini dapat menurunkan daya tarik visual dan minat beli konsumen.

2. Bau menyengat

Udang segar memiliki aroma khas yang ringan dan tidak menyengat. Setelah udang mati, aktivitas enzim dan bakteri akan meningkat, menyebabkan penguraian protein. Proses ini menghasilkan senyawa seperti amonia dan belerang yang menimbulkan bau tidak sedap. Semakin lama dibiarkan, bau akan semakin kuat.

3. Tekstur lembek

Udang segar memiliki tekstur yang padat dan elastis. Penanganan yang tidak tepat setelah panen dapat menyebabkan kerusakan jaringan otot akibat degradasi protein, sehingga daging menjadi lembek, mudah hancur, dan mengeluarkan cairan. Biasanya kondisi ini juga disertai perubahan warna menjadi pucat kemerahan serta munculnya lendir.

Strategi Menjaga Kualitas Udang

Menjaga kualitas udang dapat dilakukan melalui penerapan manajemen pascapanen yang baik, mencakup penanganan saat panen dan setelah panen.

Login untuk Baca Artikel Selengkapnya
Gunakan akun Jala Anda untuk membaca artikel ini. Jika Anda belum memiliki akun, silakan daftar di Jala App.
Ikuti Berita Terbaru JALA

Dapatkan pemberitahuan tips budidaya, update fitur dan layanan, serta aktivitas terkini JALA.