Tips Budidaya

Cara Mengatasi Udang Stres dan Penyebabnya

Vanessa
Vanessa
18 Juli 2024
Bagikan artikel
Cover - Mengatasi Udang Stres.webp

Stres pada udang dapat diatasi dengan mengurangi pemberian pakan dan penambahan probiotik. Selain itu, pemantauan kualitas air sangat penting untuk memastikan udang dapat hidup di kondisi yang ideal sehingga meminimalisir kemungkinan stres.

Bagaimana tips selengkapnya untuk mengatasi stres pada udang? Lalu, apa saja penyebab stres pada udang dan bagaimana cara mengenali udang yang sedang stres? Pelajari selengkapnya dalam artikel ini.

Cara Mengatasi Udang Stres

Stres pada udang dapat membuat udang menjadi lebih rentan terhadap penyakit, sehingga perlu dicegah dan diatasi. Tujuan utamanya adalah memastikan udang hidup di kondisi yang ideal sehingga tumbuh dengan baik dan terhindar dari stres. Berikut cara mengatasi stres pada udang:

1. Memperhatikan pemberian pakan

Pemberian pakan harus disesuaikan dengan umur dan kebutuhan udang. Pemberian yang terlalu banyak atau terlalu sedikit justru akan menyebabkan stres pada udang. Lakukan pengecekan anco untuk mengetahui apakah pemberian pakan sudah sesuai dengan kebutuhan udang. Jika terdapat banyak sisa pakan di anco, lakukan pengurangan jumlah pakan sebanyak 20%. Jika pada hasil cek anco berikutnya pakan masih tidak habis, kurangi kembali sebanyak 50%.

2. Menjaga kualitas air

Kualitas air di tambak harus selalu dijaga agar parameternya berada di rentang yang ideal bagi udang. Sistem budidaya intensif atau semi intensif yang banyak digunakan oleh petambak udang di Indonesia sangat berpotensi menyebabkan kualitas air menurun. Monitor kualitas air secara rutin dan lakukan penyesuaian agar air tetap menjadi lingkungan yang nyaman bagi udang. Lakukan siphon serta penggantian air untuk meningkatkan kualitas air.

3. Menyesuaikan padat tebar dengan kapasitas kolam

Padat tebar harus disesuaikan dengan kapasitas kolam. Jika padat tebar terlalu tinggi, padahal luasan kolam tidak memadai, udang akan stres karena harus saling bersaing satu sama lain untuk mendapatkan makanan dan ruang gerak. Saat udang bertambah besar, kapasitas kolam untuk menampung udang juga akan semakin penuh, sehingga dapat dilakukan panen parsial.

4. Memberi probiotik dan suplemen tambahan

Pemberian probiotik dan suplemen tambahan pada pakan juga dapat meningkatkan ketahanan udang agar tidak mudah terserang penyakit. Dengan melakukan hal ini, Anda dapat mengoptimalkan asupan nutrisi udang dan mencegah udang menjadi stres selama proses budidaya.

Penyebab Udang Stres

Stres pada udang dapat disebabkan oleh kondisi lingkungan, baik dari aspek fisik, kimia, atau biologi.

1. Kondisi fisik

Beberapa parameter fisik yang penting dalam lingkungan hidup udang di antaranya suhu, pH, salinitas, dan oksigen terlarut (DO). Stres terjadi terutama jika parameter ini berubah secara mendada, misalnya karena pengaruh cuaca.

Baca juga: Empat Parameter Fisik Penting Kualitas Air Tambak Udang

2. Kondisi kimia

Kondisi lingkungan secara kimia juga dapat menjadi penyebab stres pada udang, khususnya kandungan mineral dan konsentrasi bahan organik yang terlalu tinggi. Karena itu, pemantauan kadar senyawa-senyawa tersebut sangat penting untuk memastikan kadarnya tidak melebihi batas atas.

3. Kondisi biologi

Udang juga dipengaruhi oleh organisme lain yang hidup di lingkungannya, seperti fitoplankton. Populasi fitoplankton yang terlalu tinggi di kolam udang akibat kelebihan unsur hara dapat menyebabkan fenomena ledakan blue-green algae (BGA), yang menghasilkan senyawa racun.

Ciri-ciri Udang Stres

Udang yang stres karena faktor lingkungan di atas dapat ditandai dengan beberapa ciri-ciri, yaitu:

  1. Udang terlihat lemas dan tubuhnya pucat
  2. Ketika cek anco, udang tidak melompat secara agresif
  3. Data anco pada satu hari dapat tersisa banyak atau data anco pagi habis, lalu pada siang dan sore hari kembali tersisa banyak
  4. Nafsu makan udang menurun, ditandai dengan berkurangnya aktivitas makan yang sebelumnya aktif
  5. Udang berenang berputar-putar dan melesat
  6. Udang mengalami pelambatan pertumbuhan yang mencolok

Studi Kasus: Mengidentifikasi Stres pada Udang dengan Pencatatan Data Anco dan Pertumbuhan Udang

Meski stres pada udang dapat dilihat dari berbagai ciri-ciri, cek anco yang disertai dengan pencatatan data pertumbuhan udang rutin akan membantu petambak mengidentifikasi kondisi stres dengan lebih cepat dan akurat.

Cek anco sangat penting untuk memastikan kondisi udang dan pemberian pakan secara optimal. Sebagai contoh, seorang petambak bernama Pak Jali mendapati data anconya di JALA App sebagai berikut:

article-anco-id.png

Data anco di atas sering kali menunjukkan pakan Sisa Banyak.

Pak Jali juga menemukan data berikut pada grafik pertumbuhan udangnya:

article-mbw-id.png

Dengan pencatatan yang lengkap seperti di atas, Pak Jali dapat menemukan bahwa udangnya seringkali tidak memakan pakannya sampai habis, serta tumbuh lebih lambat. Keduanya mengindikasikan udang sedang stres. Pak Jali kemudian dapat melakukan langkah yang diperlukan, seperti penambahan probiotik ataupun penyesuaian kualitas air.

Kesimpulan

Udang dapat menjadi stres karena kondisi lingkungan yang tidak ideal, baik dari aspek fisik, kimia, maupun biologis. Cara mengatasi udang stres dapat dilakukan dengan:

  • Memperhatikan pemberian pakan
  • Menjaga kualitas air
  • Menyesuaikan padat tebar dengan kapasitas kolam
  • Memberi probiotik dan suplemen

Selain itu, cek anco secara rutin dapat membantu petambak mengidentifikasi kemungkinan udang stres, sehingga dapat melakukan penyesuaian dengan lebih cepat.

Untuk mempermudah pencatatan hasil cek anco serta memantau berbagai parameter budidaya lainnya, petambak dapat menggunakan JALA App. JALA App adalah aplikasi yang #HadirMembantu petambak untuk mencatat, memantau, dan menganalisis kondisi budidaya dan mengambil keputusan yang lebih baik untuk tambak udangnya. Segera daftarkan diri Anda di app.jala.tech dan unduh versi mobile-nya di Google Play Store atau App Store!

Ikuti Berita Terbaru JALA

Dapatkan pemberitahuan tips budidaya, update fitur dan layanan, serta aktivitas terkini JALA.