
Performa udang yang menurun sering kali membuat petambak langsung curiga adanya penyakit. Udang yang nafsu makannya menurun, terlihat pasif, atau pertumbuhannya melambat tidak selalu dalam keadaan sakit. Kondisi ini bisa muncul karena tubuh udang sedang bekerja keras menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan di tambak, terutama kualitas air yang terkadang tidak terlihat secara langsung.
Penyebab Kondisi Tubuh Udang Melemah
Udang hidup dan beraktivitas di dalam air. Untuk menjaga keseimbangan cairan tubuhnya terhadap lingkungan, udang melakukan proses fisiologis yang disebut osmoregulasi melalui insang. Ketika komposisi mineral dan ion di air berubah, misalnya setelah hujan ekstrem, fluktuasi salinitas, pemberian treatment kimia, aktivitas handling seperti sampling atau panen parsial yang membuat udang rentan stres, menyebabkan tubuh udang harus menyalurkan energi ekstra untuk tetap stabil.
Menariknya, hal ini dapat terjadi meskipun parameter kualitas air yang umumnya diukur seperti pH, oksigen terlarut (DO), salinitas, suhu, atau Total Amonia Nitrogen (TAN) terlihat normal. Energi yang seharusnya dipakai untuk pertumbuhan dialihkan untuk mempertahankan keseimbangan tubuh. Inilah salah satu alasan performa udang bisa menurun tanpa adanya penyakit.
Mineral dan Ion Membantu Tubuh Udang Kembali Optimal
Sering kali petambak menambahkan mineral saat udang melemah dengan harapan dapat menyembuhkan. Padahal mineral tidak bekerja sebagai obat secara langsung. Mineral dan ion berperan untuk membantu tubuh udang kembali stabil sehingga fungsi fisiologisnya tetap berjalan dengan baik.





