Tips Budidaya

Memahami Dampak dan Cara Mengendalikan Total Bahan Organik (TOM) di Tambak Udang

Wildan Gayuh Zulfikar
Wildan Gayuh Zulfikar
28 April 2026
Bagikan artikel
Cover - Busa Tambak Udang.webp

Total bahan organik (TOM) merupakan akumulasi bahan organik yang berasal dari sisa pakan, feses, serta hasil metabolisme organisme di dalam tambak udang. Konsentrasi TOM yang tinggi umumnya disebabkan oleh kematian plankton dalam jumlah besar dan pemberian pakan yang melebihi kebutuhan (overfeeding). Akumulasi bahan organik dapat terlihat dari meningkatnya partikel tersuspensi di air maupun endapan di dasar kolam. Selain itu, munculnya busa kotor di permukaan air juga sering menjadi indikasi tingginya kandungan bahan organik. Kondisi ini tidak akan berdampak pada parameter kualitas air lainnya serta berpotensi menurunkan nafsu makan udang.

Secara umum, standar TOM untuk air budi daya udang berada <55 ppm. Sementara itu, untuk air baku yang telah melalui proses pengolahan di tandon, nilai yang direkomendasikan adalah <20 ppm. Artikel ini akan membahas bagaimana dampak TOM terhadap kualitas air dan cara mengendalikannya.

Daftar Isi
Artikel Terkait

Dampak Tingginya TOM Terhadap Kualitas Air

1. Penurunan oksigen terlarut (DO)

Tingginya bahan organik akan meningkatkan aktivitas mikroorganisme dalam proses dekomposisi. Proses ini membutuhkan oksigen dalam jumlah besar, sehingga menyebabkan penurunan kadar DO. Kadar DO <4 mg/L dapat menimbulkan berbagai gangguan pada udang, seperti penurunan nafsu makan, meningkatnya kerentanan terhadap penyakit, hingga kematian.

2. Peningkatan Biological Oxygen Demand (BOD)

Banyaknya bahan organik akan meningkatkan nilai BOD, yaitu jumlah oksigen yang dibutuhkan mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik. Nilai BOD yang tinggi menunjukkan tingginya beban limbah organik di dalam tambak. Kondisi ini sering memicu penurunan DO secara drastis, terutama pada malam hingga pagi hari saat fotosintesis tidak berlangsung.

3. Terbentuknya kondisi anaerob

Dekomposisi bahan organik yang intensif di dasar kolam juga menyebabkan kondisi kekurangan oksigen (anaerob). Dalam kondisi ini, proses penguraian berlangsung tanpa oksigen dan menghasilkan senyawa berbahaya.

Login untuk Baca Artikel Selengkapnya
Gunakan akun Jala Anda untuk membaca artikel ini. Jika Anda belum memiliki akun, silakan daftar di Jala App.
Ikuti Berita Terbaru JALA

Dapatkan pemberitahuan tips budidaya, update fitur dan layanan, serta aktivitas terkini JALA.