Tips Budidaya

Zat Toksik di Tambak Udang

Kalyca Krisandini
Kalyca Krisandini
19 April 2023
Cover - Racun di Tambak Udang.jpg

Sehari-hari, berbagai siklus unsur hara terjadi di tambak udang sebagai bagian dari dinamika kualitas air dan lingkungan tambak udang. Hasil dari siklus unsur hara tersebut dapat berbahaya dan meracuni udang. Beberapa contoh hasilnya adalah nitrit, nitrat, amonia, dan hidrogen sulfida.

Selain senyawa dan hasil siklus unsur hara, racun dari fitoplankton juga berbahaya bagi udang.

Berikut penjelasan singkat potensi bahaya amonia, hidrogen sulfida, dan racun dari plankton bagi tambak udang:

Amonia

Amonia merupakan hasil samping metabolisme dan hasil dekomposisi sisa pakan, feses, dan plankton yang mati. Akumulasi amonia dapat menurunkan kualitas air, menurunkan laju pertumbuhan, menaikkan konsumsi oksigen dan ekskresi ion amonia.

Amonia bebas bersifat racun jika jumlahnya melebihi ambang batas. Batas jumlah amonia di masing-masing tipe tambak adalah:

  • Tradisional: < 0,01 ppm
  • Intensif: ≤ 0,1 ppm
  • Super intensif: ≤ 0,05 ppm

Hidrogen sulfida (H2S)

Hidrogen sulfida (H2S) adalah hasil dari aktivitas bakteri pencerna sulfat dari materi organik di kondisi anaerob, biasanya di dasar atau lumpur kolam. Hidrogen sulfida muncul di dasar kolam yang kekurangan oksigen (anaerobik). Kondisi ini lebih banyak terjadi di dasar kolam air payau daripada air tawar akibat kelimpahan ion sulfat.

Penyebab adanya hidrogen sulfida di tambak antara lain:

  • Sinar matahari tidak sampai ke dasar kolam
  • Kondisi anaerob, yaitu ketiadaan oksigen di dasar kolam
  • Adanya materi organik di kolam sehingga terjadi sedimentasi di dasar kolam

Batas kadar hidrogen sulfida di masing-masing padat tebar tambak adalah:

  • Intensif: ≤ 0,01 ppm
  • Super intensif: ≤ 0,01 ppm

Toksisitas hidrogen sulfida bergantung pada pH, suhu, dan DO. Semakin rendah ketiga parameter tersebut, semakin berbahaya toksisitas hidrogen sulfida.

Pengecekan kadar hidrogen sulfida dilakukan dengan cara menguji adanya koloni bakteri pencerna sulfat. Koloni bakteri ini biasanya berwarna hitam, dan hasil aktivitasnya bersifat anaerob (tidak memerlukan oksigen).

Racun plankton

Blooming fitoplankton adalah peristiwa meledaknya populasi fitoplankton di tambak. Kondisi nutrien melimpah yang berasal dari pemberian pakan yang terus-menerus, suhu yang naik, dan paparan cahaya matahari yang tinggi memicu terjadinya blooming fitoplankton.

Ada beberapa dampak yang diakibatkan oleh peristiwa blooming fitoplankton di kolam, antara lain:

  • Rendahnya transparansi air
  • Tidak tersedianya DO di lapisan bawah kolam
  • Akumulasi senyawa toksik seperti amonia, nitrit, dan hidrogen sulfida

Mengukur senyawa beracun di tambak

Sebagai langkah antisipasi, petambak harus rutin mengukur kadar senyawa beracun di tambak. Jangan sampai konsentrasinya melebihi ambang batas kemudian mengganggu pertumbuhan dan kesehatan udang hingga akhirnya berdampak buruk pada hasil budidaya.

Pengukuran konsentrasi senyawa beracun sebaiknya dilakukan di laboratorium agar lebih akurat. Berangkat dari kebutuhan tersebut, JALA memfasilitasi pengukuran dan pengecekan sampel udang dan air dengan hadirnya laboratorium bernama JALA Labs.

Di JALA Labs, petambak dapat mengukur konsentrasi senyawa beracun dengan cara mengirim sampel air tambak. Hasil pengukuran dapat diketahui dalam waktu 24 jam dengan akurasi tinggi karena JALA menggunakan teknologi iiPCR.

Memantau di JALA App

Masing-masing parameter memiliki ambang batas maksimal yang diperbolehkan. Setelah kadar senyawa potensial beracun seperti amonia dan hidrogen sulfida diukur di laboratorium, maka catat hasilnya untuk mengetahui tren dari waktu ke waktu.

  1. Catat hasil pengukuran kualitas air. catat-toxic-id.png

  2. Lakukan pemantauan tren kualitas air melalui grafik yang disajikan, ubah ke parameter kualitas air yang akan dipantau. grafik-id.png

  3. Zona merah menunjukkan hasil pengukuran berada di luar batas toleransi.
  4. Catat dan pantau kualitas air juga dapat dilakukan melalui JALA App versi mobile di perangkat android atau iOS Anda.
  5. Lakukan analisis lebih mendalam melalui grafik analisis. analysis-toxic-en.png

  6. Kaitkan parameter dengan beberapa parameter lainnya untuk melihat adanya potensi hubungan yang saling mempengaruhi.

Kualitas air sangat krusial bagi jalannya budidaya udang. Pastikan Anda melakukan pengukuran kualitas air secara rutin dan mencatatnya untuk mengetahui tren dari waktu ke waktu berada pada kisaran yang optimal untuk udang hidup dan tumbuh dengan baik. Catat dan pantau jalannya budidaya udang dari mana saja dan kapan saja dengan JALA App. Daftar dan unduh aplikasinya di Google Play Store atau App Store. GRATIS!

Bagikan artikel ini
Ikuti Berita Terbaru JALA

Dapatkan pemberitahuan tips budidaya, update fitur dan layanan, serta aktivitas terkini JALA.