Bekerja di JALA

Fleksibel dalam Bekerja dengan Hybrid Work Culture di JALA

Wildan Gayuh Zulfikar
Wildan Gayuh Zulfikar
23 Februari 2023
cover - hybrid work.jpg

Hybrid work merupakan model kerja baru nan modern yang mengutamakan fleksibilitas dalam bekerja. Model kerja ini merupakan pendekatan fleksibel yang mengombinasikan bekerja di lingkungan kantor dan bekerja dari rumah. Variasi model kerja ini berada pada fleksibilitas dan pilihan jadwal kerja.

Model kerja hybrid populer terutama sejak pandemi COVID-19 melanda dunia. Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, tetapi di saat yang sama bisnis harus tetap berjalan. Kondisi tersebut akhirnya memicu pergeseran preferensi dan metode kerja hingga kini.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Microsoft pada tahun 2021, 73% karyawan saat ini menginginkan pilihan bekerja fleksibel secara remote dan 67% di antaranya tetap menginginkan kolaborasi antar individu dalam bekerja pasca pandemi. Mengutip penelitian dari University of Birmingham yang melakukan survei pada para manajer perusahaan tentang bekerja dengan fleksibilitas, 52% manajer setuju fleksibilitas dalam bekerja meningkatkan konsentrasi, 60% menyatakan meningkatkan produktivitas, dan 63% menyatakan dapat meningkatkan motivasi.

JALA menerapkan budaya kerja hybrid, yaitu kombinasi bekerja di kantor dan bekerja dari rumah atau mana saja (WFO dan WFH/WFA). Bagaimana implementasinya?

Kenapa JALA tidak menerapkan full remote atau WFA?

Berdasarkan percobaan implementasi dan kajian dari berbagai sumber, bekerja full remote menimbulkan perasaan tidak memiliki ikatan dengan rekan kerja. Kami menaruh perhatian pada isu tersebut. Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki kebutuhan sosial termasuk bertemu rekan kerja, sehingga penyeimbangan dan fleksibilitas dengan penerapan hybrid work diterapkan di JALA.

hybrid work-communication.jpg Karyawan JALA, atau yang kami sebut sebagai Warga JALA, diperkenankan untuk memilih cara dan tempat mereka bekerja serta menawarkan otonomi untuk merancang pekerjaan selama mendukung produktivitas dan sesuai dengan peraturan perusahaan. Karyawan dapat membawa pekerjaan untuk dikerjakan di rumah atau di manapun tempat yang dianggap paling nyaman, tetapi keberadaan kantor masih diperlukan untuk kerja kolaboratif atau untuk team alignment.

Apakah sama sekali tidak bisa full remote?

Bisa. Kami menerapkan kerja remote penuh hanya pada posisi tertentu. Kebijakan kerja remote penuh diterapkan pada Warga JALA yang bekerja di lapangan atau dengan mobilitas tinggi, antara lain Field Assistant, Technical Operation, Technical Sales, Market Analyst, dan Teknisi.

hybrid work-work from farm.jpg Posisi selain yang disebutkan di atas cenderung mengombinasikan antara bekerja dari rumah (WFH) dan bekerja di kantor (WFO) untuk kebutuhan koordinasi dan kolaborasi tim. Namun, pada momen tertentu semua Warga JALA dikumpulkan untuk mengikuti berbagai acara kebersamaan, pelatihan, atau rapat besar.

JALA menjunjung tinggi fleksibilitas sekaligus produktivitas

Bagi JALA, fleksibilitas membantu produktivitas karyawan. Dalam satu periode (mingguan atau bulanan) selalu ada momen untuk berkumpul di kantor dan sisanya dibebaskan untuk menyelesaikan pekerjaan di tempat ternyaman (work from anywhere).

Namun, hybrid work rentan dengan perasaan isolasi dan kesendirian. Hal tersebut menandakan pentingnya mencari metode untuk menjaga kerekatan dalam tim dan kolaborasi dalam bekerja. JALA melalui tim HR juga tetap melakukan pemantauan. Tim HR dan para manajer berperan dalam mitigasi burnout, kepatuhan terhadap peraturan perusahaan, dan mewujudkan terpenuhinya work-life balance.

Berbagai acara juga kami desain untuk mencegah karyawan remote merasa terisolasi. Metode yang digunakan dalam menjamin komunikasi dan hubungan sesama rekan kerja tetap baik dengan model hybrid work, antara lain:

  1. Piranti komunikasi — setiap tim memiliki metode dan piranti preferensi untuk menunjang komunikasi, diantaranya menggunakan WhatsApp, Mattermost, dan juga surel
  2. Rapat mingguan — setiap tim/divisi melakukan koordinasi rutin untuk memantau progress atau kendala dalam bekerja
  3. Acara mingguan work-life integration — olahraga rutin bersama berupa badminton
  4. Town Hall meeting — rapat bulanan yang melibatkan seluruh karyawan dan dilakukan secara hybrid untuk mengetahui perkembangan terkini seputar perusahaan
  5. Acara pengembangan diri atau karir — acara yang diadakan sebagai sarana pengembangan diri atau yang berkaitan dengan karir

Kami memastikan bahwa setiap acara yang diadakan mengutamakan kesempatan yang sama bagi karyawan on-site maupun remote. Variasi acara dan metode lain tidak termasuk yang diterapkan oleh masing-masing VP/Head/Manager sebagai bentuk fleksibilitas dalam bekerja, menyesuaikan kebutuhan dari rekan satu tim atau team leader untuk berkoordinasi.

Model kerja hybrid bagi Warga JALA merupakan upaya meningkatkan work-life balance. Model ini dapat meningkatkan produktivitas dan engagement karyawan dalam bekerja serta mendukung bisnis beroperasi secara efisien.

DSC02267.webp Untuk mendukung hybrid work culture, kantor JALA juga didesain untuk menyediakan tempat kerja yang dinamis. Karyawan dibebaskan untuk menempati tempat ternyaman di kantor untuk bekerja. JALA menyediakan fasilitas untuk karyawan yang membutuhkan fokus pada laptop (heads-down work) dan ruang yang mengakomodasi kolaborasi antara karyawan on-site dan remote.

Jadi, udah kamu banget belum? Yuk, cek posisi yang cocok denganmu di https://jala.tech/careers! Sampai jumpa di JALA 😉

Bagikan artikel ini
Ikuti Berita Terbaru JALA

Dapatkan pemberitahuan tips budidaya, update fitur dan layanan, serta aktivitas terkini JALA.