Tips Budidaya

Musim Hujan Tiba, Simak Manfaat Air Hujan untuk Tambak Udang

Vanessa
Vanessa
22 Desember 2023
Cover - Hujan di Tambak Udang.jpg

Bulan Desember ditandai mulainya musim hujan di berbagai daerah di Indonesia. Dengan budidaya udang yang bersifat outdoor atau dilakukan di luar ruangan, curah hujan berperan sebagai faktor eksternal yang mempengaruhi kondisi kualitas air budidaya udang. Menurut BMKG, pada bulan Desember 2023 hingga Februari 2024 mendatang, sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan kategori menengah hingga tinggi.

Pada bulan Desember 2023, 59,40% termasuk Sulawesi dan Sumatra diprakirakan mengalami curah hujan menengah (100–300 mm/bulan) dan 39,94% termasuk Jawa dan Kalimantan diprakirakan mengalami curah hujan kategori tinggi hingga sangat tinggi (>300 mm/bulan). Meski petambak perlu mengambil berbagai langkah antisipasi saat bertambak di musim hujan, air hujan juga memiliki beberapa manfaat untuk tambak udang. Sebelumnya, simak komposisi air hujan di bawah ini.

Komposisi air hujan

Air hujan merupakan elektrolit yang mengandung berbagai ion. Komposisi kimianya pun bervariasi dari satu tempat ke tempat lain. Ion utama yang biasa ditemukan pada air hujan di antaranya natrium, kalium, magnesium, kalsium, klorida, bikarbonat, dan ion sulfat beserta ammonia, nitrat, nitrit, nitrogen, dan senyawa nitrogen lainnya. Selain itu, terdapat juga ion yodium, bromin, serta besi dalam kadar yang lebih sedikit.

Manfaat air hujan bagi tambak

1. Menurunkan pH tambak

Air hujan bersifat asam lemah (pH 5.6-6 ) sehingga sangat berpengaruh terhadap penurunan pH di tambak, terutama karena kandungan ion karbonat, sulfat, dan nitrat. Karena itu, air hujan dapat secara alami membantu petambak mengatasi pH tambak yang terlalu tinggi. Fluktuasi pH tinggi biasanya terjadi saat input pakan tinggi dan kepadatan fitoplankton tinggi, ataupun akibat dari aktivitas fotosintesis fitoplankton yang mengambil CO₂ dari air dan menghasilkan oksigen. pH yang terlalu tinggi, khususnya di atas 10, dapat meningkatkan toksisitas senyawa toksik BGA, amonia bebas, dan bakteri, sehingga perlu ditangani dengan cepat agar tidak memicu kematian udang.

2. Mengikat aluminium di dasar tambak

Alumunium sangat membahayakan udang karena dapat menghambat proses respirasi, regulasi osmotik, dan metabolisme udang, sehingga menyebabkan kematian. Kandungan asam pada air hujan mampu berikatan dengan aluminium di dasar tambak sehingga alumunium akan naik ke permukaan.

3. Menurunkan salinitas

Salinitas dapat meningkat saat bulan-bulan panas. Jika salinitas terlalu tinggi, pertumbuhan udang akan melambat dan FCR akan membengkak. Udang juga menjadi lebih rentan terhadap penyakit. Dengan datangnya musim hujan, air tambak akan tercampur dengan air hujan yang bersifat tawar sehingga salinitas dapat diturunkan.

4. Menurunkan suhu

Sama halnya dengan salinitas, suhu selama musim kemarau juga dapat terlalu tinggi untuk udang. Musim hujan membantu menurunkan suhu agar metabolisme udang akan lebih terkendali dan FCR tidak akan membengkak.

Yang perlu diperhatikan petambak saat musim hujan

Meski air hujan memiliki beberapa manfaat bagi tambak udang, air hujan dapat mempengaruhi kualitas air sehingga perlu terus diperhatikan agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap udang. Selain itu, air hujan juga menyebabkan penurunan populasi mikroalga karena penurunan pH, penurunan konsentrasi mineral dan mikro, peningkatan kekeruhan, dan berkurangnya intensitas matahari. Akibatnya, populasi bakteri heterotrof meningkat karena meningkatnya ketersediaan nutrisi dari sel alga mati yang mengendap dan bahan organik dari dasar tambak. Jika ini terjadi, bakteri patogen dapat meningkat sehingga udang lebih mudah terserang penyakit.

Karena itu, pada pulau dengan curah hujan tinggi perlu diperhatikan penanganan dan pencegahan penurunan kualitas air ketika datang musim hujan sehingga proses budidaya tetap dapat berjalan dengan baik.

Yang harus dilakukan petambak saat musim hujan

1. Lakukan pembuangan dan pergantian air

Air hujan yang dibiarkan tercurah ke dalam kolam terus-menerus dapat menyebabkan perubahan parameter kualitas air yang terlalu ekstrem sehingga menyebabkan stres pada udang. Petambak dapat membuang dan mengganti air permukaan tambak melalui sistem pembuangan atas. Jika hujan deras, air kolam harus dibuang sedikit demi sedikit untuk mencegah penurunan salinitas secara tiba-tiba dan mencegah kolam jebol. Selain itu, penggantian air mencegah kematian mikroalga massal di kolam dengan mengurangi kepadatan sel alga.

Baca juga: Standar Kualitas Air Sumber untuk Budidaya Udang

2. Evaluasi kembali manajemen pakan

Musim hujan menyebabkan suhu menjadi lebih dingin dan udang umumnya akan makan lebih sedikit dari biasanya. Karena itu, jangan berikan pakan yang terlalu banyak untuk mencegah sisa pakan menumpuk di kolam dan menyebabkan penurunan kualitas air. Cek anco untuk memperkirakan kebutuhan pakan udang, lalu pastikan juga bahwa kotoran di dasar tambak terbuang dengan melakukan siphon. Selain itu, petambak juga dapat memberikan probiotik untuk memperlancar pertumbuhan bakteri pengurai kotoran di kolam.

3. Pantau kualitas air secara rutin

Budidaya udang tidak lepas dari ‘budidaya’ air. Pantaulah kondisi air secara rutin dengan alat ukur kualitas air yang tepat. Tujuannya, agar parameter krusial seperti suhu, pH, DO, dan salinitas tetap terjaga sehingga ketika ada penurunan kualitas air dapat langsung diantisipasi. JALA #HadirMembantu dengan Baruno, alat ukur multiparameter untuk mengukur 5 parameter kualitas air sekaligus, yaitu DO, pH, salinitas, suhu, dan oxidation-reduction potential (ORP). Data hasil pengukuran akan tersimpan di cloud JALA sehingga Anda dapat mengaksesnya kapan saja dan dari mana saja melalui JALA App.

Selain itu, pastikan Anda menyalakan semua aerator dan pertahankan level DO di atas 4 ppm.

Baca juga: Pemberian Kapur di Tambak Udang: Ini Manfaat Lengkapnya!

4. Lakukan sampling rutin

Sampling bermanfaat untuk mengetahui kondisi udang serta mendeteksi adanya udang yang sakit, stres, atau mati. Lakukan sampling untuk memastikan bahwa udang tumbuh dengan baik dan sehat selama musim hujan, dan lakukan penyesuaian pada tambak jika ditemukan udang yang sakit. Catat datanya di JALA App agar kondisi tambak selalu terekam dan terpantau dengan baik.

Air hujan dapat membawa beberapa manfaat bagi tambak, tetapi waspadai dampak negatifnya dan ambil langkah mitigasi yang tepat untuk tambak Anda. Pemantauan rutin adalah kunci agar budidaya tetap berjalan dengan produktif berkelanjutan di musim hujan maupun musim kemarau.

Bagikan artikel ini
Ikuti Berita Terbaru JALA

Dapatkan pemberitahuan tips budidaya, update fitur dan layanan, serta aktivitas terkini JALA.