Tips Budidaya

Jenis Pakan Udang Terbaik untuk Sukseskan Budidaya

Wildan Gayuh Zulfikar
Wildan Gayuh Zulfikar
26 Oktober 2023
Bagikan artikel
pakan-menyesuaikan-umur-dan-kebutuhan-udang.jpg

Untuk mencapai hasil terbaik dalam budidaya udang, tentu Anda perlu memilih jenis pakan yang sesuai dengan kebutuhan spesifik udang Anda. Dengan begitu, tambak Anda bisa meraih angka produktivitas yang optimal

Oleh karena itu, artikel ini akan menunjukkan berbagai jenis pakan udang serta karakteristik pakan yang dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan kesehatan udang Anda.

Jenis-Jenis Pakan Udang Terbaik untuk Budidaya

Umumnya, ada dua jenis pakan yang kerap digunakan petambak udang, yaitu pakan alami atau pakan buatan. Salah satu contoh pakan alami adalah plankton.

Sedangkan pakan buatan adalah jenis pakan yang mengandung bahan alami dan bahan olahan. Sudah banyak tambak udang sistem semi intensif, intensif, hingga supra intensif mengandalkan pakan buatan.

Berikut adalah penjelasan lebih detail tentang kedua jenis pakan tersebut!

Pakan Alami untuk Budidaya Udang

Sesuai dengan namanya, pakan alami adalah jenis pakan yang bisa diperoleh secara alami. Contohnya seperti plankton, sekelompok organisme mikroskopis yang terdiri dari fitoplankton (plankton tumbuhan) dan zooplankton (plankton hewan).

Mereka sering kali menjadi sumber makanan alami yang sangat baik untuk udang karena keberagaman nutrisi yang mereka tawarkan. Walau begitu, tidak semua jenis plankton cocok untuk budidaya udang.

Beberapa contoh plankton yang bagus untuk dijadikan pakan alami udang adalah: Chaetoceros sp, Tetraselmis sp, Isochrysis sp, Nannochloropsis, dan Chlorella sp.

Biasanya, pakan alami digunakan di tambak-tambak tradisional. Sedangkan jenis tambak udang lain seperti tambak intensif kerap menjadikannya sebagai pelengkap.

Berikut adalah beberapa manfaat utama dari pakan alami:

  • Nutrisi Alami – Plankton memberikan nutrisi alami dan seimbang, setara makanan alami udang di habitat aslinya.
  • Mudah Tersedia – Plankton dapat berkembang biak di tambak secara alami dengan kondisi yang sesuai, sehingga menjadi sumber pakan yang mudah diakses.
  • Kehadiran Mikroorganisme Lain – Selain plankton, pakan alami juga dapat mengandung mikroorganisme lain yang dapat membantu dalam proses pencernaan dan kesehatan udang.

Pakan Buatan untuk Budidaya Udang

Pakan buatan adalah jenis pakan olahan yang diformulasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan udang untuk hidup, beraktivitas, dan tumbuh.

Jenis pakan ini dibedakan berdasarkan bentuk dan ukurannya. Ada bentuk pakan yang berupa powder, crumble, dan pellet dengan berbagai ukuran yang disesuaikan dengan ukuran udang:

  • Powder – Pakan buatan berbentuk serbuk. Pakan ini kurang merangsang nafsu makan, meskipun kaya akan protein dan vitamin.
  • Crumble – Pakan berbentuk remahan. Pakan ini merupakan bentuk pertengahan antara mash dan pellet. Crumble dapat mengurangi debu pakan, meningkatkan berat badan, dan memperbaiki konversi makanan.
  • Pellet – Jenis pakan berbentuk silinder. Pakan ini memiliki ukuran yang lebih besar dari crumble. Biaya produksi pakan pellet lebih tinggi dibandingkan crumble, tetapi kinerjanya lebih baik.

Pemberian jenis pakan tersebut mesti mempertimbangkan umur udang. Khususnya untuk menyesuaikan dengan mulut udang saat itu, serta kecepatan makan dan kebutuhan makan udangnya. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa melihat tabel berikut:

tabel-jenis-pakan-berdasarkan-umur.png

Pakan udang vaname berdasar umur (SNI 01-7246-2006)

Pakan buatan telah diformulasikan mengandung nutrisi sesuai kebutuhan udang. Nutrisi dalam pakan mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan asam amino esensial.

Persentase nutrisi pada pakan juga dapat dibedakan menjadi tiga kelompok berdasarkan waktu pemberiannya (DoC) untuk udang, yaitu starter, grower, dan finisher. Berikut adalah standar nutrisi yang ditetapkan sebagai Standar Nasional Indonesia pada pakan udang vaname:

tabel-persyaratan-mutu-jenis-pakan-udang-vaname.png

Persyaratan mutu pakan udang vaname (SNI 7546-2009)

Seperti yang Anda lihat, perbedaan kandungan pakan pada ketiga fase tersebut utamanya terletak pada kadar proteinnya.

Pada fase starter (Umur udang di bawah 15 hari), pakan yang dianjurkan adalah powder. Lalu di fase grower (Umur udang antara 16 hingga 45 hari) pakan yang dianjurkan adalah crumble.

Sedangkan pada fase terakhir, yaitu fase finisher (Umur udang antara 46 hingga 120 hari), jenis pakan yang dianjurkan adalah pellet.

Ada juga beberapa pabrikan pakan yang menambahkan nutrisi tambahan atau feed additive. Feed additive pada umumnya sudah terdapat pada pakan atau dijual dengan spesifikasi produk pakan berbeda.

Suplemen yang biasanya ditambahkan adalah vitamin, mineral, dan imunostimulan. Kandungannya sudah dicampur dengan pakan, sehingga petambak tidak perlu menambahkannya secara manual.

Namun jika diperlukan, petambak bisa menambahkan suplemen lain sebagai campuran pakan untuk tujuan tertentu misalnya meningkatkan ketahanan udang terhadap penyakit.

Intinya, standar yang telah ditetapkan oleh SNI adalah saran yang bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan pakan. Karena optimalnya manajemen pakan akan menghasilkan udang yang sehat dan pertumbuhannya ideal serta kualitas air yang stabil.

Kesimpulan

Jadi, manakah jenis pakan yang terbaik untuk tambak Anda? Jawabannya tergantung pada jenis tambak Anda, fase pertumbuhan udang Anda saat ini, dan sumber daya yang tambak Anda miliki.

Contohnya, jika Anda memiliki tambak tradisional dengan kebutuhan pakan yang lebih ekonomis, maka pakan alami tentu bisa menjadi pilihan yang tepat.

Sedangkan jika Anda memiliki tambak intensif dengan kebutuhan nutrisi pakan udang yang lebih terukur, maka Anda bisa memilih pakan buatan. Baik itu pakan yang berbentuk powder, crumble, maupun pellet.

Selain memperhatikan manajemen pakan, Anda juga perlu memantau parameter budidaya secara rutin melalui JALA App. Aplikasi ini dapat membantu Anda melakukan banyak hal, contohnya seperti:

  • Memantau 40+ parameter budidaya udang (Mulai dari data pakan dan data sampling, hingga data kualitas air)
  • Membuat estimasi performa budiddaya, mulai dari biomassa, survival rate, hingga harga jual udang
  • Mengelola keuangan dan manajemen stok bisnis budidaya udang Anda
  • Mengecek tren harga udang di berbagai daerah

Jadi tunggu apa lagi? Yuk install JALA App sekarang juga!

Referensi:

  • SNI 01-7246-2006. Produksi Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di Tambak dengan Teknologi Intensif. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.
  • SNI 7549-2009. Persyaratan Mutu Pakan Udang Vaname. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.
  • Tacon, A.G.J., Jory, D. and Nunes, A. 2013. Shrimp Feed Management: Issues and Perspectives. In M.R. Hasan and M.B. New, eds. On-farm Feeding and Feed Management in Aquaculture. FAO Fisheries and Aquaculture Technical Paper No. 583. Rome, FAO. pp. 481–488.
Artikel Terkait
Semua artikel
Faktor yang Memengaruhi Perubahan Nilai Salinitas di Tambak Udang
Faktor yang Memengaruhi Perubahan Nilai Salinitas di Tambak Udang
24 Mei 2024 3 menit baca
Apa yang Memengaruhi SR Udang Vaname? Cari Tahu di Sini!
Apa yang Memengaruhi SR Udang Vaname? Cari Tahu di Sini!
22 Mei 2024 4 menit baca
Apa Itu Padat Tebar Udang Vaname Serta Cara Mengukurnya
Apa Itu Padat Tebar Udang Vaname Serta Cara Mengukurnya
9 Mei 2024 3 menit baca
Apa itu Klekap, Perannya di Dalam Tambak, dan Cara Mengatasinya
Apa itu Klekap, Perannya di Dalam Tambak, dan Cara Mengatasinya
7 Mei 2024 3 menit baca
Ikuti Berita Terbaru JALA

Dapatkan pemberitahuan tips budidaya, update fitur dan layanan, serta aktivitas terkini JALA.