Tips Budidaya

Penyebab Air Tambak Udang Berwarna Merah dan Cara Mengatasinya

Fini Afidah
Fini Afidah
18 Desember 2025
Bagikan artikel
Cover - Kualitas Air Tambak Udang.webp

Jangan panik jika air tambak udang tiba-tiba berubah menjadi warna merah seperti teh. Warna air tambak memang jadi salah satu indikator penting dalam budi daya udang. Perubahan warna yang mencolok seperti merah, biasanya menandakan ketidakseimbangan di ekosistem tambak. Warna air merah ini bukan hal langka, tapi memang banyak terjadi di tambak yang memiliki padat tebar tinggi, pemberian pakan tinggi, dan sirkulasi air kurang baik.

Agar petambak tidak salah langkah, simak artikel berikut untuk tahu penyebab dan cara mengatasinya!

Daftar Isi
Artikel Terkait

Penyebab Air Tambak Udang Berubah Warna Merah

Perubahan warna air tambak udang menjadi merah umumnya disebabkan oleh ledakan alga merah (red tide), yaitu pertumbuhan berlebih pada plankton Ceratium atau Peridinium. Kondisi ini biasanya dipicu oleh kelebihan nutrien yang berasal dari sisa pakan dan kotoran udang yang terakumulasi di perairan. Suhu air yang tinggi serta kadar oksigen terlarut yang rendah juga mempercepat perkembangan alga tersebut. Selain itu, sirkulasi air yang tidak optimal membuat plankton mudah menumpuk di area tertentu, sehingga warna merah pada air tambak terlihat semakin jelas.

Dampak Air Tambak Berwarna Merah Pada Udang

  • Oksigen pada malam hari turun drastis, sehingga udang terlihat muncul di permukaan kolam.
  • Meningkatnya gas beracun (H₂S dan NH₃) yang dapat menyebabkan kematian massal pada udang jika tidak segera ditangani.
  • Udang menjadi mudah stres dan nafsu makan menurun.
  • Plankton mati mendadak (plankton crash), sehingga air kolam menjadi keruh, bau busuk, dan membuat kualitas air rusak total.

Cara Mengatasi Air Tambak Berwarna Merah

Jika air kolam telah menunjukkan tanda-tanda perubahan warna merah, langkah terbaik adalah menstabilkan kembali ekosistem air. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:

Login untuk Baca Artikel Selengkapnya
Gunakan akun Jala Anda untuk membaca artikel ini. Jika Anda belum memiliki akun, silakan daftar di Jala App.
Ikuti Berita Terbaru JALA

Dapatkan pemberitahuan tips budidaya, update fitur dan layanan, serta aktivitas terkini JALA.