Tips Budidaya

Tahapan Budi Daya Udang di Tambak Tradisional

Rizka Sholeha
Rizka Sholeha
22 April 2026
Bagikan artikel
Cover - Tambak Tradisional.webp

Budi daya udang menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan, terutama bagi Anda yang baru memulai di sektor perikanan. Tambak tradisional sering dipilih karena pengelolaannya relatif sederhana dengan risiko lebih terkendali. Sistem ini menggunakan padat tebar rendah (umumnya <100 ekor/m²), sehingga tekanan lingkungan dan potensi penyakit lebih kecil. Di sisi lain, luas lahan yang dibutuhkan cukup besar, dengan produktivitas berkisar 400-500 kg/ha dan masih mengandalkan pakan alami.

3AGU_ONE PAGER INFOGRAPHIC_ANALISIS BISNIS_ID.png

Agar hasil tetap optimal, setiap tahapan budi daya perlu dilakukan dengan tepat. Selengkapnya pada artikel berikut!

Daftar Isi
Artikel Terkait

Langkah-Langkah Budi Daya Udang

1. Buat konstruksi tambak

Tambak tradisional idealnya menggunakan tanah yang mampu menahan air dengan baik. Bentuk petakan dibuat tanpa sudut tajam untuk mempermudah sirkulasi. Pastikan kedalaman air paling tinggi 80 cm agar dapat menciptakan kualitas yang baik bagi udang. Selain itu, desain dan tata letak perlu diatur dan diupayakan untuk mendapatkan air dengan kualitas baik dan mencegah penularan penyakit.

Idealnya, tambak harus terdiri dari:

  • Petak saluran pengendapan atau tandon.
  • Petak pembesaran.
  • Petak atau saluran pengolah limbah kolektif.
  • Pintu air masuk (inlet) dan pintu air buang (outlet) dibuat terpisah.

2. Persiapkan tambak

Persiapan dimulai dengan pengeringan dasar tambak selama 7-10 hari, tergantung kondisi cuaca. Tanah yang siap ditandai dengan permukaan retak-retak dan tidak amblas lebih dari 5 cm saat diinjak. Setelah itu, dasar tanah dibalik menggunakan cangkul atau bajak untuk memperbaiki struktur.

Tahap berikutnya adalah pengapuran untuk menstabilkan pH tanah. Dosis yang digunakan umumnya 1.000 kg/ha untuk kapur tohor atau 320 kg/ha untuk kapur pertanian. Proses ini membantu menekan organisme penyebab penyakit sekaligus meningkatkan ketersediaan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan plankton.

3. Menumbuhkan pakan alami

Pada tambak tradisional, plankton menjadi sumber pakan utama bagi udang. Fitoplankton dapat ditumbuhkan melalui pemupukan yang tepat hingga air tambak berubah warna menjadi hijau muda atau hijau kecoklatan.

Warna ini menunjukkan bahwa plankton yang berkembang berada dalam kondisi yang mendukung pertumbuhan udang. Namun, warna air tetap perlu dikontrol agar tidak terlalu pekat, karena kondisi tersebut dapat memicu blooming fitoplankton yang berisiko menurunkan kadar oksigen di dalam air.

Login untuk Baca Artikel Selengkapnya
Gunakan akun Jala Anda untuk membaca artikel ini. Jika Anda belum memiliki akun, silakan daftar di Jala App.
Ikuti Berita Terbaru JALA

Dapatkan pemberitahuan tips budidaya, update fitur dan layanan, serta aktivitas terkini JALA.