Industri Udang

Kunjungan Komisi II DPRD Sulawesi Tenggara ke JALA: Memperkuat Potensi Budidaya Udang di Sulawesi Tenggara

Vanessa
Vanessa
25 Juni 2024
Bagikan artikel
Cover - Kunjungan DPRD Sulawesi Tenggara.webp

Pada 20 Juni 2024 lalu, JALA mendapat kunjungan dari Komisi II DPRD Sulawesi Tenggara. Kunjungan ini dipimpin oleh Sekretaris Komisi II. Komisi II DPRD Sultra, yang bergerak di bidang pertumbuhan ekonomi, datang untuk mendiskusikan peluang dan tantangan dalam peningkatan produksi udang di wilayah tersebut. JALA sendiri diwakili oleh Andi Nusa Patria selaku Chief Sustainability Officer dalam pertemuan ini.

Tantangan Meningkatkan Produksi Udang di Sulawesi Tenggara

Pada tahun 2021, tercatat bahwa lahan potensial yang dapat dijadikan kawasan tambak udang di Sulawesi Tenggara adalah seluas 2.000 hektare. Namun, volume produksi udang di Sulawesi Tenggara yang tercatat oleh KKP pada tahun 2022 cukup rendah yaitu 38.253,03 ton. Angka tersebut merupakan penurunan yang telah berlangsung sejak tahun 2017.

Baca juga: Melihat Potensi Sulawesi sebagai Pusat Industri Udang Indonesia

Menurut informasi yang didapat dari Komisi II DPRD Sultra pada kunjungan tersebut, rendahnya produksi udang di Sultra disebabkan oleh kepercayaan terhadap mitos yang menyebabkan masyarakat setempat enggan mengembangkan tambak udang di daerah mereka. Banyak yang percaya bahwa tambak udang di Sultra tidak akan berhasil. Hal ini juga diperparah dengan metode budidaya yang kebanyakan masih tradisional dan minim keterlibatan teknologi. Akibatnya, usaha tambak udang di Sultra sering kali menemui kegagalan.

Kunjungan DPRD Sulawesi Tenggara ke JALA

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah setempat juga telah menginisiasi proyek nasional untuk meningkatkan produksi udang di Sulawesi Tenggara. Namun, proyek tersebut hanya berhasil berjalan beberapa siklus sebelum akhirnya mengalami kerugian dan ditutup. Hal ini mengakibatkan banyak lahan tambak menjadi tidak produktif.

Solusi JALA untuk meningkatkan produksi udang di Sulawesi Tenggara

Berikutnya, agenda utama yang dibahas adalah bagaimana solusi dari JALA dapat membantu meningkatkan produksi udang di provinsi tersebut. Harapannya, lahan tambak yang tadinya tidak produktif dapat aktif kembali dan berkontribusi terhadap perekonomian lokal dengan meningkatkan produksi udang dan menciptakan lapangan kerja baru.

Solusi lengkap dari JALA bagi petambak membantu mereka meningkatkan produksi dan efisiensi dalam berbudidaya. JALA menyediakan teknologi budidaya, akses ke saprotam berkualitas, pendampingan budidaya, hingga layanan panen yang cepat dan transparan bagi petambak untuk menyalurkan udang hasil budidaya mereka.

Kunjungan Komisi II DPRD Sulawesi Tenggara ke JALA menjadi langkah awal yang penting untuk mengembangkan potensi tambak udang di provinsi tersebut. Dengan rangkaian solusi dari JALA, JALA berharap dapat menjalin kerja sama lebih lanjut dengan DPRD Sulawesi Tenggara sehingga potensi tambak udang di Sulawesi Tenggara pun dapat dimaksimalkan.

Artikel Terkait
Semua artikel
Budidaya Udang Berkelanjutan: Teknis, Sistem, dan Bisnis
Budidaya Udang Berkelanjutan: Teknis, Sistem, dan Bisnis
5 Juli 2024 2 menit baca
Mencari Market Ekspor Udang Baru
Mencari Market Ekspor Udang Baru
3 Juli 2024 4 menit baca
Ranking Indonesia di Peta Persaingan Eksportir Udang Dunia
Ranking Indonesia di Peta Persaingan Eksportir Udang Dunia
28 Juni 2024 4 menit baca
Udang Kipas: Harga dan Jenis-Jenisnya
Udang Kipas: Harga dan Jenis-Jenisnya
21 Juni 2024 3 menit baca
Ikuti Berita Terbaru JALA

Dapatkan pemberitahuan tips budidaya, update fitur dan layanan, serta aktivitas terkini JALA.