Tips Budidaya

Cara Pembenihan Udang Vaname: Lengkap dan Detail!

Vanessa
Vanessa
6 Februari 2024
Cover - Cara Pembenihan.webp

Dalam budidaya udang vaname, benur merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan. Benur berkualitas dapat tumbuh menjadi udang yang sehat sehingga target produksi akan tercapai.

Benur yang berkualitas didapat dari teknik pembenihan udang vaname yang benar. Selama ini, petambak biasa mendapatkan benur dari usaha pembenihan atau hatchery. Namun, tahukah Anda seperti apa proses pembenihan udang vaname hingga menjadi benur yang siap ditebar?

Teknik pembenihan udang vaname mencakup pengadaan induk, pemeliharaan, pemijahan, penetasan telur, hingga perawatan larva. Simak artikel ini sebagai wawasan tentang tahapan dan persyaratan pembenihan udang vaname!

Faktor-Faktor Penting dalam Pembenihan Udang Vaname

Pembenihan udang vaname idealnya dilakukan di hatchery dengan mempertimbangkan beberapa faktor berikut untuk memastikan bahwa terdapat fasilitas dan standar biosekuriti yang memadai:

1. Sumber Air

Kualitas dari sumber air sangat menentukan benur yang nantinya dihasilkan. Pastikan sumber air memiliki ketersediaan air tawar yang cukup dan mudah didapat. Selain itu, beberapa persyaratan untuk sumber air adalah:

  • Bebas polusi dan endapan logam berat
  • Kandungan bahan organik yang relatif rendah
  • Salinitas 24-35 ppt
  • pH 7,8-8,6

2. Lingkungan

Lingkungan tempat pembenihan udang vaname juga perlu dipastikan bebas dari penyakit untuk mencegah penularan. Selain itu, pastikan bahwa lingkungan tersebut memungkinkan Anda untuk membuang limbah dengan aman, karena limbah yang dihasilkan dari aktivitas pembenihan udang vaname kaya akan bahan organik.

3. Sarana dan Prasarana

Pembenihan udang vaname juga membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai, sebagai berikut:

  • Laboratorium, tempat penyimpanan bahan kimia dan obat-obatan, tempat penyimpanan peralatan
  • Bak atau wadah pengendapan atau sistem filtrasi dan tandon, karantina, benih, pemijahan dan penetasan, pemeliharaan benih, penampungan benih, kultur pakan alami, dan pengelolaan limbah.
  • Bahan dan peralatan produksi dan panen, peralatan mesin dan peralatan laboratorium.
  • Sarana biosecurity yaitu sekat antar unit produksi, footbath, hand sanitiser, pakaian kerja, dan kelengkapan personil

Cara Pembenihan Udang Vaname

Hatchery yang telah memastikan bahwa faktor-faktor di atas terpenuhi, kemudian memulai proses pembenihan udang vaname. Pembenihan dapat dibagi menjadi tahap pra-produksi dan produksi.

1. Pra-Produksi

A. Persiapan Wadah

Wadah yang dibutuhkan untuk pembenihan adalah bak penanganan induk, bak penanganan telur, bak pemeliharaan larva, dan bak kultur pakan alami. Semua bak ini perlu dikeringkan dan dibersihkan dari kotoran yang menempel menggunakan desinfektan.

B. Persiapan Media

Selanjutnya, persiapkan media berupa air laut yang nantinya akan digunakan dalam masa pemeliharaan. Pastikan air laut tidak berlumpur, kemudian lakukan sterilisasi dengan klorin 90% dengan dosis 10-20 ppm atau klorin 60% dengan dosis 30-40 ppm.

2. Produksi

A. Pengadaan Induk

Induk yang digunakan untuk pembenihan harus bersertifikasi SPF dan SPR. Usia minimal induk adalah 7-8 bulan. Lakukan pengamatan visual kepada induk untuk memastikan kriteria berikut:

  • Ukuran seragam
  • Usus terisi penuh
  • Tidak boleh ada retak pada bagian kulit badan atau punggung
  • Tidak boleh keropos
  • Semua anggota tubuh dalam kondisi baik

Pengamatan induk secara laboratorium juga dilakukan untuk memastikan induk bebas dari virus, bakteri, parasit, dan jamur.

B. Pemeliharaan Induk

Induk jantan dan betina dirawat di tempat pemeliharaan yang terpisah. Tempat pemeliharaan yang digunakan adalah kolam beton dengan kedalaman 80-100 cm, dan ditebar dengan kepadatan 1-4 ekor/㎡.

Selama pemeliharaan, dilakukan ablasi untuk mempercepat kematangan gonad pada induk betina, dengan cara menghilangkan X-Organ pada tangkai mata udang dengan memijat tangkai mata udang dan memotong mata udang.

Selanjutnya, dilakukan pengukuran tingkat kematangan gonad (TKG) berdasarkan perkembangan ovari, yang terletak pada bagian punggung atau dorsal dari tubuh udang. Semakin tinggi TKG, maka semakin tebal ovari udang. Warnanya juga berubah dari putih menjadi merah kekuningan.

Selama pemeliharaan, induk perlu diberikan pakan. Pakan yang diberikan harus tinggi protein untuk mempercepat pematangan gonad. Pakan yang dianjurkan adalah pelet sebanyak 10-45% dari bobot tubuh dengan komposisi kandungan protein sebesar 30%.

Petugas hatchery juga dapat memberikan pakan alami seperti cumi-cumi, kerang-kerangan, dan cacing laut dengan dosis 20%-30% dari biomassa/hari dan frekuensi 4-6 kali/hari.

C. Pemijahan Induk

Pemijahan adalah kegiatan pengeluaran telur oleh induk betina diikuti dengan pembuahan oleh sperma dari spermatofore yang ada di telicum induk betina. Sekitar 4-5 jam kemudian, telur akan dikeluarkan. Telur ini merupakan bakal calon larva yang nantinya berkembang menjadi udang vaname yang akan dibudidayakan.

Baca juga: Siklus Hidup Udang Vaname: Dari Telur Hingga Dewasa

Setelah proses pemijahan, pisahkan telur dengan indukan udang, kemudian masukkan telur secara hati-hati ke kolam penetasan.

D. Penanganan Telur

Dalam waktu 12-16 jam, telur-telur dalam kolam penetasan akan berkembang menjadi naupli. Untuk membantu proses penetasan, berikan aerasi dan pengadukan telur secara manual dengan frekuensi 15 menit sekali.

Tujuannya agar telur melayang dipermukaan air, karena telur yang mengendap di dasar bak lebih mudah terserang jamur dan tidak menetas. Selain itu, bersihkan kolam dari lendir yang menempel pada dinding.

E. Pemanenan Naupli

Naupli adalah stadia awal perkembangan larva udang vaname. Pada stadia ini, udang belum membutuhkan asupan makanan dari luar karena memiliki cadangan makanan dalam tubuhnya.

Dalam stadia naupli, larva mengalami enam kali pergantian bentuk, yaitu Nauplius I, Nauplius II, Nauplius III, Nauplius IV, Nauplius V, dan Nauplius VI. Naupli yang akan dipanen harus sudah mencapai stadia 4 (N4).

Pemanenan naupli dilakukan secara bertahap dengan menunggu naupli melayang di permukaan kolam, kemudian dipindahkan ke kolam pemeliharaan larva.

F. Pemeliharaan Larva

Kegiatan pemeliharaan larva dilakukan hingga udang mencapai stadia post larva (PL), umumnya selama 15 hari. Berikan pakan sesuai dengan ukuran mulut larva. Setelah 3 hari menetas, larva dapat diberikan artemia sebagai pakan alami setiap tiga jam sekali.

Selain itu, jaga salinitas air pada kisaran 15-25 ppt dan lakukan pergantian air sebanyak 25-50% dari jumlah total air pada kolam.

G. Manajemen Pakan

Pakan yang diberikan pada larva adalah pakan alami dan pakan buatan. Pakan alami diberikan pada stadia Nauplius VI – Mysis III. Mikroalga jenis diatom seperti Chaetoceros sp. diketahui memiliki kualitas kandungan nutrisi yang baik bagi larva.

Pakan buatan juga diberikan untuk mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva udang vaname. Pakan buatan yang digunakan setidaknya memiliki kandungan protein 20–70% dan karbohidrat 20%.

H. Manajemen Kualitas Air

Manajemen kualitas air berperan penting untuk mendukung kehidupan dan pertumbuhan larva hingga berkembang menjadi post larva. Manajemen kualitas air perlu dilakukan dengan pengecekan kualitas air secara rutin, pergantian air, dan siphon. Parameter kualitas air perlu dijaga di kisaran berikut:

  • Suhu: 27-32°C
  • Salinitas: 15-25 ppt
  • Oksigen terlarut (DO): > 4 ppm
  • pH: 7.4-8.9

Kesimpulan

Proses pembenihan udang vaname di hatchery meliputi pengadaan induk, pemeliharaan, pemijahan, pemanenan, hingga pemeliharaan larva. Pembenihan udang vaname dilakukan dengan manajemen pakan dan kualitas air yang terjaga agar larva dapat berkembang menjadi post larva (benur) dan siap digunakan untuk budidaya udang.

Mendapat benur dari hatchery adalah langkah yang paling disarankan untuk petambak. Namun, jika petambak memang tertarik melakukan pembenihan udang vaname sendiri, perlu dipastikan bahwa standar operasi terpenuhi dan pembenihan dilakukan dengan induk berkualitas.

Untuk mendampingi Anda di sepanjang proses budidaya, JALA #HadirMembantu dengan JALA App. JALA App merupakan aplikasi untuk mencatat, memantau, dan menganalisis kondisi budidaya Anda secara praktis.

Di JALA App, Anda juga dapat mengkonsultasikan budidaya Anda dan mengecek harga udang ter-update di daerah Anda. Buat akun Anda di JALA App sekarang atau unduh dari Google Play Store atau App Store!

Bagikan artikel ini
Ikuti Berita Terbaru JALA

Dapatkan pemberitahuan tips budidaya, update fitur dan layanan, serta aktivitas terkini JALA.