
Kualitas air memegang peran yang krusial sebagai lingkungan hidup utama bagi udang. Air yang stabil dan layak akan mendukung pertumbuhan, menekan risiko penyakit, serta menjaga produktivitas tambak. Salah satu upaya untuk menjaga kualitas air tersebut dengan menggunakan kolam tandon.
Tandon merupakan kolam penampungan air yang digunakan untuk menyediakan air sehat sebelum dialirkan ke kolam budi daya. Keberadaan tandon tidak hanya dibutuhkan di awal siklus, tapi juga sangat berguna selama masa pemeliharaan, terutama saat petambak perlu menambah atau mengganti air untuk menjaga kapasitas dan kualitas kolam.
Selain dari sisi teknis budi daya, memiliki tandon juga memberikan nilai tambah bagi petambak. Tandon menjadi salah satu persyaratan pendukung dalam pengurusan izin usaha tambak untuk mendapat sertifikat Cara Berbudidaya Udang yang Baik (CBIB), meningkatkan kepercayaan investor, hingga memudahkan akses terhadap asuransi untuk menunjang operasional budi daya.
Jenis Tandon Berdasarkan Fungsinya
Tandon dalam budi daya udang umumnya dibagi menjadi 2 jenis:
1. Tandon sedimentasi
Berfungsi sebagai tahap awal perbaikan kualitas air. Pada kolam ini, air dibiarkan mengalami proses pengendapan sehingga partikel kasar, lumpur, dan bahan tersuspensi dapat mengendap sebelum air diproses lebih lanjut.
2. Tandon treatment
Setelah melalui sedimentasi, air akan masuk ke tandon treatment untuk mendapatkan perlakuan tambahan. Pada tahap ini, air diberi desinfektan untuk membunuh patogen penyebab penyakit. Selain perlakuan kimia, tandon treatment juga memanfaatkan agen alami atau biologis seperti alga, rumput laut, atau lumut. Agen ini berfungsi sebagai biofilter yang menyerap unsur hara berlebih sekaligus membantu meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air.





