
Kualitas air tambak sangat menentukan keberhasilan budi daya udang. Salah satu parameter penting yang harus dikendalikan adalah kadar amonia (NH₃), jika berlebihan dapat mengancam kesehatan dan produktivitas udang. Dalam lingkungan tambak, amonia berasal dari kotoran udang serta pembusukan sisa pakan dan bahan organik lainnya.
Amonia ini hadir dalam dua bentuk, yaitu amonia bebas (NH₃) yang bersifat beracun bagi udang, dan ion amonium (NH₄⁺) yang relatif tidak berbahaya. Kedua bentuk ini dipengaruhi oleh pH dan suhu air, jika suhu meningkat atau pH naik di atas 8, maka amonia bebas (NH₃) akan semakin banyak terbentuk dan meningkatkan risiko keracunan pada udang.
Bagaimana dampak amonia yang terlalu tinggi dan cara menurunkannya di tambak udang? Simak pada artikel berikut!
Dampak Negatif Amonia yang Tinggi Pada Udang
Kadar amonia yang terlalu tinggi dalam tambak tidak hanya menurunkan kualitas air, tetapi juga memberikan berbagai dampak serius pada udang. Beberapa dampak yang sering muncul antara lain:
- Penurunan nafsu makan dan pertumbuhan yang menyebabkan menurunnya produktivitas.
- Stres oksidatif yang menurunkan daya tahan tubuh udang dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit seperti infeksi bakteri Vibrio.
- Kerusakan jaringan insang yang menghambat proses pertukaran gas, sehingga menurunkan kadar oksigen dalam darah udang dan mengganggu respirasi.
- Penurunan kelangsungan hidup (SR) pada udang secara keseluruhan karena stres dan keracunan.
- Kematian massal udang di tambak jika kadar amonia tidak segera dikendalikan dengan baik.
Cara Menurunkan Kadar Amonia di Tambak Udang
Untuk mencegah dampak buruk dari akumulasi amonia, diperlukan pengelolaan yang tepat di tambak. Berikut beberapa cara efektif yang bisa diterapkan: