
Bagi petambak udang, benur yang berkualitas merupakan salah satu fondasi untuk mencapai hasil tambak yang produktif. Namun, memahami ciri-ciri benur yang baik sering kali menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, artikel ini akan mengungkap tuntas ciri-ciri benur yang perlu diperhatikan oleh para petambak.
Dengan informasi yang tepat, Anda akan dapat memilih benur yang memiliki potensi terbaik untuk kesuksesan tambak udang Anda!
Pengertian Benur Berkualitas
Benur yang baik didefinisikan sebagai benur dengan Survival Rate (SR) yang tinggi, sehingga dapat beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Biasanya benur yang berkualitas berasal dari indukan yang berkualitas di fasilitas unit pembenihan (hatchery) dengan standar kerja yang tinggi.
Hatchery yang baik akan mencatat setiap perkembangan dari tiap-tiap fase pertumbuhan larva udang, terutama jika terjadi masalah pada salah satu fase pertumbuhan, misalnya pertumbuhannya terlambat 1-2 hari atau terjadi kematian. Masalah tersebut akan berpengaruh pada masa pertumbuhan udang jika sudah dalam tahap budi daya di tambak. Seperti menghambat Average Daily Gain (ADG) atau menurunkan SR.
Benur yang telah memasuki fase post-larvae (PL) artinya sudah siap untuk dikirim ke tambak. Pastikan tahap pengiriman benur mengikuti standar biosecurity dan sebisa mungkin mempersingkat waktu di perjalanan. Selain itu, sebelum benur benar-benar diserahkan petambak, atau sebelum ditebar ke tambak, harus dipastikan dulu kualitasnya.





