
Siapa bilang budi daya udang vaname selalu membutuhkan lahan berhektar-hektar dan modal yang fantastis? Pak Choirudy, petambak udang asal Lamongan, Jawa Timur membuktikan bahwa keberhasilan dalam budi daya udang berawal dari keberanian untuk memulai, meski hanya dari pekarangan belakang rumah.
Berbekal rasa penasaran dan keinginan untuk mencoba hal baru, perjalanan Pak Choirudy bisa menjadi inspirasi bagi para petambak udang skala mandiri di Indonesia.
Menemukan Pasar Potensial dari 4 Kolam Sederhana
Keputusan Pak Choirudy mencoba budi daya udang berawal dari keinginannya mencari kegiatan baru yang bisa dijalankan dalam skala kecil. Dengan pengalaman sebelumnya di bidang peternakan, beliau mulai dengan 4 kolam sederhana di belakang rumah. Proses belajar pun dilakukan secara bertahap, beliau mengamati udang melalui akuarium untuk memahami perilaku, kondisi lingkungan, hingga kotorannya.
Salah satu peluang tak terduga datang dari permintaan para mancing mania, yang sebelumnya tidak ada dalam perkiraannya. “Di sini cukup banyak pemancing dari luar daerah yang membutuhkan udang hidup sebagai umpan ikan”, ujarnya.
Proses penjualannya pun relatif sederhana, pembeli datang langsung ke tambak untuk mengambil udang. Besar atau kecilnya ukuran udang memiliki harga yang sama. Peluang ini juga menjadi salah satu alasan mengapa siklus budi dayanya dapat terus berjalan. Ketika satu siklus selesai, Pak Choirudy biasanya membutuhkan waktu beberapa hari saja untuk mempersiapkan kolam sebelum kembali melakukan penebaran.
Belajar dari Tantangan dalam Menjalankan Budi Daya
Sebagai orang yang awalnya awam terhadap budi daya udang, berbagai tantangan menjadi bagian dari proses belajar. Pak Choirudy pernah menghadapi penyakit WFD dan AHPND, sehingga perlu belajar mengenali kondisi udang dan mencari referensi ketika terjadi masalah. Salah satu pelajaran yang didapat adalah pentingnya memilih benur dari hatchery berkualitas dan bersertifikat untuk mengurangi risiko.
Dalam menjalankan empat kolamnya, Pak Choirudy juga menerapkan pengelolaan yang sederhana dan menyesuaikan dengan kondisi udang.
- Pemberian pakan disesuaikan dengan perkembangan dan kondisi udang, bukan hanya berdasarkan jadwal.
- Pemberian pakan yang terlalu tinggi dapat membuat kondisi air semakin berat dan meningkatkan jumlah kotoran.
- Ketika terjadi molting massal, pemberian pakan dapat dihentikan sementara dan diberikan kembali secara bertahap setelah kondisi udang mulai membaik.
- Karena sistem budi dayanya sangat bergantung pada aerator, listrik menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan.
Cara Mengelola Tambak dengan Praktis dan Efisien
Awalnya Pak Choirudy mencatat aktivitas budi daya secara manual di kertas, sempat beralih ke Excel dan membuat formula sendiri. Namun, seiring bertambahnya aktivitas dan seluruh pengelolaan dilakukan sendiri tanpa karyawan, cara tersebut terasa semakin merepotkan.
Hingga akhirnya menemukan JALA App untuk mencatat kegiatan harian dan memantau perkembangan siklus. Beberapa manfaat yang paling dirasakannya:
- Data kegiatan harian dapat langsung dimasukkan dengan format yang sudah tersedia.
- Mudah dalam memantau pakan, suhu, dan sampling untuk melihat kondisi siklus.
- Fitur Hitung Budi Daya dapat digunakan untuk memperkirakan biomassa dan potensi panen tanpa harus membuat rumus manual.
- Memanfaatkan fitur Simulasi untuk memperkirakan tebaran dan kapasitas kolam sesuai target pertumbuhan.
Bagi Pak Choirudy, pencatatan bukan sekadar menyimpan data. Data tersebut dibutuhkan untuk melihat perkembangan budi daya dari hari ke hari dan menjadi bahan evaluasi ketika memasuki siklus berikutnya.
Bonus dari Konsistensi Mencatat Data Budi Daya
Sebagai pengguna JALA App, Pak Choirudy juga otomatis mengikuti Legacy Challenge. Aktivitas mencatat rutinnya kemudian membantunya mengumpulkan poin dalam program ini. Poinnya pun pernah ditukarkan dengan voucher JALA App Plus untuk mendapatkan akses ke fitur premium dalam mendukung pengelolaan budidayanya.
Usahanya juga membuat Pak Choirudy menjadi salah satu peringkat teratas Legacy Challenge. Bagi Pak Choirudy, posisi tersebut menjadi bonus dari kebiasaan yang memang sudah dilakukan untuk kebutuhan tambaknya.
Anda juga bisa mengikuti jejak keberhasilan Pak Choirudy di Legacy Challenge dengan mengerjakan tugas harian JALA App. Poin yang dikumpulkan bisa ditukar hadiah bulanan, hingga hadiah utama berupa umroh dan motor di akhir periode. Masih ada kesempatan hingga akhir tahun 2026.





