Cerita Petambak

Memahami Hubungan Antarparameter Air untuk Mengelola Tambak Udang

Rizka Sholeha
Rizka Sholeha
16 Oktober 2026
Bagikan artikel
Cover - Cerita Pak Mohan.webp

Di balik prospek budi daya udang vaname yang menggiurkan, tantangan penyakit dan fluktuasi kondisi lingkungan masih menjadi ujian berat bagi para petambak. Bagi Pak Mohan, seorang petambak udang asal Lamongan, Jawa Timur, dinamika ini justru jadi bagian dari perjalanan panjang yang menempanya menjadi petambak yang tangguh dan berbasis data.

Dari mengawali karir sebagai asisten teknisi di Bali hingga melalang buana mengelola berbagai tambak, Pak Mohan membagikan pengalaman, strategi pengelolaan parameter air, serta pentingnya memanfaatkan data dalam menjaga keberlanjutan budi daya.

Daftar Isi
Artikel Terkait

Belajar dari Kegagalan dan Mengendalikan Risiko

Menjalani profesi di tambak udang bukan sekadar urusan teknis, melainkan tentang komitmen dan kesiapan menghadapi risiko. Pak Mohan menceritakan bahwa tantangan terbesar terasa sangat berbeda saat masih menjadi teknisi dibandingkan ketika mengelola tambak sendiri.

"Waktu jadi teknisi, kegagalan mempertaruhkan karir. Tetapi ketika mengelola sendiri, seluruh aspek mulai dari modal, karir, hingga kehidupan keluarga ikut dipertaruhkan", ungkap Pak Mohan.

Serangan penyakit seperti WSD dan EHP pernah menghampiri tambaknya. Menghadapi situasi yang rapuh tersebut tentu menimbulkan kekecewaan. Namun, cara bangkit Pak Mohan justru dengan membuka kembali data-data budi dayanya dan mengevaluasi mengapa siklus tersebut gagal. Lalu, menggunakan data tersebut untuk berkonsultasi dan berkolaborasi dengan pihak yang tepat dalam menemukan solusi.

Bagi Pak Mohan, jika petambak tidak berpegang pada data saat menghadapi kegagalan, mereka cenderung terjebak pada asumsi atau perasaan semata. Padahal, jika data menunjukkan kondisi aman, petambak bisa tetap konsisten dan tenang dalam menyelesaikan masalah.

Strategi Budi Daya: Menjaga Keseimbangan Parameter Air dan Plankton

Salah satu tips keberhasilan budi daya udang adalah menjaga kualitas air dan populasi mikroorganisme di dalamnya. Berikut adalah strategi Pak Mohan dalam mengelola parameter air:

1. pH dan penyangga alkalinitas

Menjaga kestabilan pH sama artinya dengan memastikan keseimbangan antara plankton dan bakteri di kolam. Nilai pH yang stabil umumnya ditopang oleh alkalinitas yang baik sebagai penyangga. Dengan menjaga rentang pH tetap seragam (segera naikkan jika terlalu rendah atau turunkan jika terlalu tinggi), ekosistem kolam akan mudah dikontrol dan tetap aman bagi udang.

2. Membaca fluktuasi suhu dan Dissolved Oxygen (DO)

Plankton memang dibutuhkan di tambak, tapi populasinya tetap harus dibatasi. Kadar oksigen (DO) yang melimpah di siang hari justru menandakan populasi plankton terlalu padat, yang berisiko menyedot oksigen secara drastis saat malam hari. Sehingga pengecekan DO di malam hari wajib dilakukan untuk mencegah udang mengambang saat kincir terlambat menyala.

Mengubah Keputusan Visual Menjadi Berbasis Data dengan Baruni

Sering kali petambak hanya mengandalkan pengamatan visual (seperti warna air) untuk mengambil tindakan. Padahal pengamatan visual rentan terhadap bias. Di sinilah Baruni hadir sebagai solusi pendukung budi daya berbasis data. Pak Mohan pun merasakan langsung manfaat Baruni dalam operasional tambaknya:

ID_Baruni_ Ver 1.png
  • Memantau parameter air yang lengkap: Baruni mengukur lima parameter kualitas air, yaitu pH, suhu, DO, salinitas, dan ORP. Informasi ini membantu Pak Mohan memahami kondisi air secara lebih menyeluruh.
  • Acuan menentukan treatment: Data hasil pengukuran membantu Pak Mohan menentukan tindakan harian sesuai kondisi aktual tambak. Dengan begitu, setiap perlakuan dapat dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan, sekaligus membantu menghindari pengeluaran yang tidak diperlukan.
  • Memahami hubungan antarparameter: Pemantauan berbagai parameter membantu Pak Mohan melihat perubahan kondisi air secara bersamaan. Misalnya, beliau dapat mengamati fluktuasi suhu, perubahan pH, dan dinamika DO untuk memahami kondisi tambak dengan lebih baik.

"Bagi petambak yang menganggap data itu penting, pasti akan sangat tertarik dengan Baruni. Karena yang kita pegang itu data yang objektif", jelas Pak Mohan.

Kesimpulan

Meskipun sebagian orang masih menganggap data pencatatan tambak tidak begitu penting, Pak Mohan tetap teguh pada strateginya. Sudah saatnya budi daya udang memadukan passion, kedisiplinan kaidah dasar, serta pemanfaatan teknologi data. Dengan menjaga keseimbangan parameter air, membatasi fluktuasi lingkungan, dan didukung oleh alat ukur kualitas air seperti Baruni, keberlanjutan dan produktivitas budi daya udang dapat tercapai secara konsisten. Dari data yang akurat akan melahirkan keputusan yang tepat, dan biarkan hasil panen yang membuktikannya.

Ikuti Berita Terbaru JALA

Dapatkan pemberitahuan tips budidaya, update fitur dan layanan, serta aktivitas terkini JALA.