Tips Budidaya

Langkah Penting Menjaga Kualitas Air Tambak Udang

Rizka Sholeha
Rizka Sholeha
20 April 2026
Bagikan artikel
Cover - WQ.webp

Menjaga kualitas air menjadi aspek yang krusial dalam budi daya udang. Air menjadi media utama tempat hidup udang sekaligus faktor penentu pertumbuhan, kesehatan, dan hasil panen. Kondisi air yang terjaga dengan baik akan mendukung pertumbuhan optimal, menekan risiko penyakit, serta membantu meningkatkan produktivitas tambak. Pengelolaan air yang tepat juga berkontribusi pada efisiensi operasional dan keberlanjutan lingkungan. Lalu, bagaimana cara menjaga kualitas air tambak udang agar tetap stabil? Berikut praktik yang dapat diterapkan di lapangan.

Daftar Isi
Artikel Terkait

Cara Menjaga Kualitas Air Tambak

Air yang sehat untuk udang adalah kualitasnya yang terjaga dengan baik, sehingga mampu mendukung pertumbuhan udang. Berikut cara menjaga kualitas air tambak udang yang dapat diterapkan:

1. Mengganti air secara rutin

Praktik ini bertujuan untuk membuang air yang kualitasnya sudah buruk dan menggantinya dengan air baru yang kualitasnya lebih baik. Pergantian air bergantung pada umur pemeliharaan, padat tebar, biomassa udang, kekeruhan air, dan ketersediaan air di tandon.

Metode yang disarankan dalam proses ini adalah menambah air baru terlebih dahulu, kemudian melakukan homogenisasi dengan kincir. Setelah itu, pembuangan dilakukan pada bagian dasar kolam termasuk busa yang membawa kotoran. Sebelum air masuk ke kolam, parameter seperti pH, DO, salinitas, dan suhu perlu dipastikan berada dalam kondisi ideal. Volume pergantian air umumnya berkisar 10% atau dapat mencapai 25-50% pada kondisi tertentu, seperti saat kadar amonia meningkat.

2. Lakukan siphon

Endapan sisa pakan, plankton yang mati, dan hasil metabolisme akan membentuk lumpur di dasar kolam. Akumulasi ini dapat meningkatkan amonia dan memicu terbentuknya hidrogen sulfida, serta meningkatkan risiko munculnya bakteri patogen.

Siphon dilakukan dengan menyedot lumpur menggunakan selang menuju saluran pembuangan. Teknik ini membantu menjaga kebersihan dasar kolam sekaligus mempertahankan kualitas air. Sebagian lumpur tetap perlu dipertahankan dalam jumlah terbatas karena berperan sebagai bioreaktor alami dalam siklus nutrien. Pengangkatan lumpur secara menyeluruh berpotensi memicu ketidakseimbangan parameter seperti amonia, nitrit, dan nitrat.

3. Aplikasikan probiotik

Probiotik berfungsi untuk menekan pertumbuhan bakteri patogen sekaligus meningkatkan populasi bakteri menguntungkan. Kehadiran mikroorganisme ini membantu menjaga keseimbangan kualitas air, khususnya pada aspek kimia. Pemilihan probiotik perlu disesuaikan dengan kebutuhan tambak. Kandungan Nitrosomonas dan Nitrobacter berperan dalam proses nitrifikasi, sementara Lactobacillus dan Bacillus membantu mengendalikan populasi bakteri vibrio.

Login untuk Baca Artikel Selengkapnya
Gunakan akun Jala Anda untuk membaca artikel ini. Jika Anda belum memiliki akun, silakan daftar di Jala App.
Ikuti Berita Terbaru JALA

Dapatkan pemberitahuan tips budidaya, update fitur dan layanan, serta aktivitas terkini JALA.