Penyakit Udang

Identifikasi Penyakit Udang dengan Cepat dan Akurat

Wildan Gayuh Zulfikar
Wildan Gayuh Zulfikar
10 Juli 2026
Bagikan artikel
Cover - Manajemen Penyakit Udang.webp

Serangan penyakit masih menjadi tantangan terbesar yang menghambat produktivitas budi daya udang. Tidak hanya di Indonesia, kerugian bernilai miliaran rupiah juga membayangi negara-negara produsen utama seperti Ekuador, India, Vietnam, dan Cina.

Di Indonesia, petambak terus mewaspadai ancaman penyakit klasik maupun baru, mulai dari Enterocytozoon hepatopenaei (EHP), White Feces Disease (WFD), White Spot Syndrome Virus (WSSV), Infectious Myonecrosis/Myo (IMNV), hingga Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND/EMS). Kabar baiknya, risiko kerugian massal ini sebenarnya dapat ditekan secara signifikan melalui sistem pemantauan yang ketat dan deteksi dini.

Daftar Isi
Artikel Terkait

Batasan Deteksi Visual: Mengapa Pengamatan Saja Tidak Cukup?

Sebagai langkah awal, petambak umumnya melakukan diagnosis rutin secara visual melalui pengamatan langsung atau dengan anco. Beberapa gejala klinis yang sering dijumpai antara lain:

  • EHP: Pertumbuhan udang lambat dan ukuran tidak seragam (blantik).
  • WFD (berak putih): Feses berwarna putih mengapung di permukaan air tambak atau terkumpul di anco.
  • WSSV (bintik putih): Muncul bercak putih pada karapas (kulit) udang disertai kematian massal yang cepat.
  • IMNV (myo): Otot ekor udang berubah warna menjadi putih susu, yang semakin lama memerah akibat nekrosis.
  • AHPND: Kematian udang dalam skala besar secara mendadak pada awal masa budi daya (biasanya DoC di bawah 30-40 hari).

Meskipun deteksi visual mudah dilakukan, metode ini memiliki kelemahan fatal. Ketika gejala fisik sudah terlihat jelas pada tubuh udang, artinya infeksi patogen di dalam tambak sudah memasuki fase lanjut (parah). Mengandalkan visual saja sering kali membuat langkah penanganan menjadi terlambat.

Login untuk Baca Artikel Selengkapnya
Gunakan akun Jala Anda untuk membaca artikel ini. Jika Anda belum memiliki akun, silakan daftar di Jala App.
Ikuti Berita Terbaru JALA

Dapatkan pemberitahuan tips budidaya, update fitur dan layanan, serta aktivitas terkini JALA.