Kualitas air tambak udang

Memantau Kualitas Air: Ideal dan Stabil

Kualitas air tambak udang adalah salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya udang. Memantaunya sudah menjadi kewajiban setiap petambak. Kualitas air menjadi perhatian utama selama jalannya budidaya. Apapun peran seseorang di tambak, baik itu teknisi maupun pemilik tambak memantau kualitas air dilakukan secara rutin.

Kualitas air adalah salah satu data penting. Akurasi dan aktualnya data ini akan memudahkan pengambilan keputusan (Baca juga: Memahami Kondisi Tambak dari Data). Kualitas air budidaya yang terjaga menghasilkan udang budidaya sehat, produksi menjadi lebih efisien, minim efek ke lingkungan, dan kualitas udang lebih baik.

Kualitas air biasanya akan dikorek saat terjadi masalah di tambak. Misalnya warna air masih bening yang mengindikasikan plankton belum tumbuh, sering terjadi kematian udang, atau penurunan nafsu makan udang. Beberapa fenomena tersebut biasanya terwakili jawabannya ketika petambak mengetahui histori kualitas airnya beberapa hari ke belakang.

Lalu, seperti apa kualitas air yang bagus? Bagaimana kita bisa mengatakan kualitas air bagus atau jelek?

Menjaga dalam kisaran ideal

Banyak petambak telah terbiasa melakukan pengukuran kualitas air. Kini Jala hadir sebagai asisten petambak untuk memvisualisasikan kondisi kualitas air melalui tampilan grafik. Adanya grafik akan memudahkan dalam memahami tren kualitas air dari waktu ke waktu, kemudian melahirkan kesimpulan kondisi tambaknya baik atau perlu adanya penyesuaian.

Setiap jenis makhluk hidup memiliki preferensi lingkungan yang nyaman untuk hidup, tumbuh, hingga berkembang biak. Tidak terkecuali udang vanamei (Litopenaeus vannamei). Pada proses budidaya, petambak disarankan mengetahui kondisi lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan udangnya. Udang hidup di air, maka kualitas air menjadi penting. Mengutip dari berbagai sumber, kami merangkum kisaran ideal kualitas air bagi pertumbuhan udang di kolam budidaya atau tambak terutama yang diukur harian. Suhu ideal pada 26-32°C; salinitas ideal pada 15-30 ppt; pH ideal pada 7,5-8,5; DO ideal lebih dari 4 ppm; dan kecerahan ideal pada 30-50 cm.

Tren baik kenaikan maupun penurunan adalah bagian dari fenomena alam. Tetapi sebaiknya tren ini terus terpantau agar masih dalam batas yang ditoleransi, yaitu dalam kisaran ideal. Misalnya dalam grafik yang divisualisasikan di Jala, jika kualitas air dalam kisaran ideal maka berada dalam area berwarna hijau. Namun jika kualitas air telah keluar dari kisaran ideal maka akan berada di area berwarna merah. Seperti pada contoh berikut ini.

Stabilitas lebih penting

Kita telah mengetahui udang memiliki kisaran ideal dalam kualitas air tempat hidupnya. Kemudian ada hal yang lebih penting, yaitu menjaga stabilitas kualitas air. Stabilitas berarti terjaganya nilai dalam jangka waktu tertentu pada nilai yang sama atau pada nilai dalam toleransi. Tiap variabel kualitas air memiliki kisaran yang spesifik seperti yang dijelaskan sebelumnya. Jangka waktunya tergantung pada variabel yang berubah sangat dinamis hingga harian atau cukup stabil hingga mingguan. Variabel yang sangat dinamis diantaranya suhu, oksigen terlarut (DO), dan pH yang bisa berubah dalam jangka waktu jam. Salinitas, alkalinitas, total bakteri, dan total plankton perubahannya relatif lebih lama mencapai harian atau mingguan. Stabilitas tercapai ketika tidak terjadi perubahan secara mendadak dalam jangka waktu tersebut.

Rendahnya stabilitas kualitas air ini adalah nafsu makan udang turun hingga kematian. Tidak stabilnya kualitas air akan menyebabkan udang stres, membutuhkan energi lebih untuk adaptasi dengan lingkungannya sehingga pertumbuhan lambat dan rentan terkena penyakit. Kematian adalah efek terakhir dari tidak mampunya udang mengatasi perubahan yang terjadi.

Pada contoh gambar diatas menunjukkan tren pH dalam beberapa hari. Tren grafik dengan ditandai warna hijau dianggap cukup stabil dengan selisih hariannya kurang dari 0,5. Pada grafik yang ditandai warna merah menunjukkan tren yang tidak stabil karena selisih harian mencapai 0,5 dan keluar dari kisaran ideal. pH dikenal sebagai variabel yang cukup kompleks, kisaran naik-turun diusahakan tidak lebih dari 0,5 dan faktor penyebabnya yang banyak. Efek tidak stabilnya pH juga harus diperhitungkan untuk kesehatan dan pertumbuhan udang. Pada variabel kualitas air yang berbeda akan memiliki standar naik-turun harian yang berbeda.

Akan tetapi sebaiknya petambak juga tidak terlalu memaksakan membuat kualitas air tambaknya pada kisaran ideal. Biasanya petambak akan memberikan berbagai aplikasi perlakuan menggunakan bahan tertentu, justru langkah ini akan membuat sistem dalam tambak semakin ‘berat’. Jika tiap variabel kualitas air telah mencapai level stabil sebaiknya menjaganya karena pada kondisi ini udang juga akan beradaptasi.

Petambak biasanya memiliki pengalaman dalam menetapkan kisaran ideal kualitas air tambaknya, karena menyesuaikan dimana tambaknya berada. Stabilitas menjadi patokan berikutnya dalam mengelola air budidaya. Petambak yang telah terbiasa melakukan pengukuran dan mencatatnya kini cukup menginput di aplikasi pencatatan budidaya Jala. Seketika grafik seperti contoh diatas akan ditampilkan dan segera mendapatkan gambaran bagus atau jelek kondisi tambak. Tidak perlu juga menghapalkan angkanya karena cukup membuka aplikasi Jala. Mudah bukan Master?

Sisi lainnya, dari jauh pemilik tambak atau investor dapat memantau jalannya budidaya. Secara tidak langsung dapat mengetahui apa yang terjadi di tambak, performa budidaya, dan juga performa teknisi tambak di lapangan. Sudah siap? Mari mulai bersama Jala!

Cerita Lainnya

aplikasi manajemen budidaya tambak udang vaname dan windu Jala versi terbaru bulan Juni

Update Aplikasi Web Jala v1.1 Bulan Juni

Update aplikasi web Jala bulan Juni. Terdiri dari berbagai pembaruan mulai dari optimasi pencatatan budidaya hingga tampilan yang mempermudah anda memantah kondisi budidaya

Memahami kondisi tambak dengan data

Memahami lebih jauh dasar mengambil keputusan berdasarkan data dan menjadi terbiasa menggunakan data budidaya meliputi kualitas air, pertumbuhan udang, dan batas biomasa.

Subscribe to our newsletter

Get In Touch

☎️ 0274-2874515
📱 0821-3867-7788 (Ganang)
Kompleks PT. Indmira, Jl. Kaliurang km 16,3, Kledokan, Ngemplak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia 55584